Senin, 27 April 2026

Mama Muda Mandi, Temannya Buka Baju, Eeh Ternyata

Ketika ditangkap polisi, Irsya memang sedang mendapat order dari tamu. Tamu itu meminta layanan seks threesome.

Editor: fitriadi
TribunJatim/Fatkhul Alami
Tersangka ID (baju tahanan biru) ditangkap Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya lantaran menjual temannya sendiri untuk jadi PSK. 

BANGKAPOS.COM, SURABAYA - ID (23), tertunduk sambil menutupi wajah engan rambut panjangnya saat penyidik memeriksanya di ruang Unit PPA Polrestabes Surabaya, Kamis (2/3/2017) lalu.

Perempuan berwajah cantik ini menjawab beberapa pertanyaan penyidik dengan suara pelan dan singkat.

Baca: Foto Kiwil Rebahan di Paha Cewek Seksi Beredar

Ibu muda satu anak asal Lamongan yang indekos di Gresik ini terlibat kasus trafficking.

Ia ditangkap polisi ketika hendak melayani tamu di salah satu hotel di Surabaya, pada 27 Februari 2017.

Ia ditangkap bersama satu temannya sesama wanita panggilan dan seorang pria hidung belang.

"Saat digerebek kami belum sempat ngapa-ngapain. Saya masih mandi dan teman saya baru melepas baju, lalu pintu digedor petugas," kata Irsya.

Baca: Mbah Mijan Posting Foto Cinta Segitia Ambar

Irsya mengaku, baru tiga bulan menjadi wanita panggilan. Ia biasa memasarkan diri lewat media sosial Facebook.

Ia mengunggah foto dirinya di grup-grup khusus dewasa diFacebook. Biasanya, ia menambahi keterangan open order booking di foto yang diunggah di grup Facebook.

"Saya buka order tidak tiap hari, kalau lagi butuh duit saja," ujar wanita yang pernah kerja di salon kecantikan ini.

Gaya hidup ID memang lumayan tinggi.

Baca: Curhat Pilu Evelyn Jelang Sidang Perceraian

Ia gemar belanja di mal. Ia juga suka beli alat-alat kecantikan dan baju-baju mahal.

Uang belanja dari suaminya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan gaya hidupnya. Akhirnya, ia mencari uang tambahan dengan menjadi wanita panggilan.

Kegemaran ID berdandan masih terlihat dari penampilannya, meski sudah di dalam tahanan Polrestabes Surabaya.

Baca: Gegara Masalah Sepele Mahasiswa Jember Tewas Ditembak Oknum Brimob

Sisa-sisa perawatan kecantikannya masih terlihat. Kulit dan wajahnya masih terlihat bersih seperti sering perawatan.

Rambut sebahunya direbonding dan tertata rapi.

"Saya dulu memang pernah bekerja di salon kecantikan," katanya.

Meski masih muda, Irsya sudah menikah dua kali.

Baca: Haji Lulung Blak-blakan Banyak Kekuatan Besar yang Mintanya Dukung Ahok

Ia dikarunia satu anak usia empat tahun di pernikahan pertamanya lalu cerai.

Ia menikah lagi, tapi belum dikaruniai anak.

Ia mengaku suaminya sekarang hanya bekerja di proyek.

"Uang belanja dari suami hanya cukup buat makan dan bayar sewa kos," katanya.

Ketika ditangkap polisi, Irsya memang sedang mendapat order dari tamu. Tamu itu meminta layanan seks threesome.

Baca: Krisdayanti Punya Harta Berlimpah tapi Makan Bareng Keluarga Pakai Daun Pisang

Sebenarnya, ia tidak pernah melayani tamu yang meminta layanan seks threesome. Karena butuh uang, ia pun menerima ajakan tamu itu.

Kemudian, ia mencari teman untuk melayani tamu tersebut. Ia mencari di grup Facebook.

Kebetulan, ketika itu ada wanita panggilan yang juga buka order. Irsya menghubungi wanita tersebut.

Ia menawarkan ke wanita itu bahwa ada tamu yang mengajak seks ramai-ramai.

Tarifnya, per orang Rp 600.000.

Baca: Menteri Ditangkap Terkait Kebakaran yang Renggut 40 Nyawa di Asrama Putri

Tarif itu sudah bersih tidak dipotong biaya sewa hotel.

Wanita panggilan yang dihubungi itu juga setuju.

Irsya segera memberitahukan jadwal dan lokasi hotel tempatnya bertemu.

Ternyata itu menjadi hari apesnya.

Ia digerebek polisi ketika berada di hotel.

"Awalnya saya ragu mau melayani tamu itu. Tapi dia memberi uang muka, sehingga saya percaya," katanya.

Baca: SPG Cantik Nyambi Jadi PSK Tarif Bookingnya Rp 5 Juta Hingga Rp 15 Juta

Ia ragu melayani tamu yang mengajak layanan seks ramai-ramai karena ada beberapa temannya yang ditangkap polisi saat melakukan hal serupa.

"Ternyata digerebek polisi juga. Sekarang memang banyak tamu yang minta layanan seks aneh-aneh," katanya.

Penyidik Unit PPA Polrestabes Surabaya, Bripka Anti mengatakan, belakangan ini memang banyak kasus trafficking dan prostitusi yang melayani seks ramai-ramai seperti yang dilakukan Irsya.

Malah, ia pernah menangani kasus suami yang menjual istrinya demi kepuasan fantasi seksualnya.

(Surya/Samsul Hadi)

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved