Bupati Tegaskan Tidak Ada Jual Beli Jabatan di Pemkab Bangka
Pemkab Bangka silahkan para PNS berkompetisi dengan baik untuk menduduki jabatan di SKPD-SKPD di Pemkab Bangka.
Penulis: nurhayati | Editor: edwardi
Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bupati Bangka H Tarmizi Saat menegaskan tak ada jual beli jabatan di Pemkab Bangka.
Ia tidak merasa tersindir atau tersinggung ketika Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara Sofian Effendi
pada saat menjadi pembicara pada Musrenbang Kabupaten Bangka Tahun 2017 mengungkapkan adanya jual beli melalui lelang jabatan di daerah seperti yang terungkap di Kabupaten Klaten.
"Ekspresi saya biasa-biasa saja karena tidak melaksanakan jual beli jabatan. Kalau ingin jual beli jabatan enak jadi bupati, setahun bisa lima kali mutasi, tiap dua bulan mutasi karena setoran dong," ungkap Tarmizi kepada bangkapos.com.
Menurutnya, di Pemkab Bangka silahkan para PNS berkompetisi dengan baik untuk menduduki jabatan di SKPD-SKPD di Pemkab Bangka.
Dikatakan Tarmizi, ia ingin birokrasi di Kabupaten Bangka ini kelas dunia, hanya diperlukan sumber daya manusia yang unggul.
Namun diakuinya, ada ketidakpuasannya karena lambannya kinerja para kepala SKPD di lingkungan Pemkab Bangka.
"Memang ada ketidakpuasan batin saya, ini sudah kita lantik, dak jalan-jalan nunggu petunjuk terus. Mau saya itu yang muda-muda ini, malah golongan III C ada satu lurah yang sangat bagus saya mau jadikan camat rencananya, maka berdebat kencang baperjakat. Saya tahu melanggar aturan tapi saya ingin cepat ini persoalannya, sebagai pegawai negeri saya tahu aturan," ungkap Mantan Sekda Bangka ini.
Untuk itu SDM yang ada inilah perlu ditempa dan didorong agar pembangunan yang diinginkan bisa terwujud.
"Kalau beliau ini (Komisioner ASN Tasdiq-red) ekstrem kalau tidak bagus PNS sudah diberi peringatan bisa diberhentikan tapi kita mikir kalau orang dzolim mendoakan kita, tidak mau juga dzolim dengan orang di akherat juga tanggung jawab. Di Kabupaten Bangka ini tidak ada jual beli jabatan, maka saya berharap di SKPD juga tidak ada," tegas Tarmizi.
Bahkan diakuinya, untuk seleksi jabatan sekda, ia harus mengeluarkan uang pribadi sebesar Rp 80 juta. Namun hingga kini uangnya belum diganti oleh Pemkab Bangka.
"Biaya Rp 80 juta itu duit pribadi saya, sampai hari ini belum diganti oleh pemda. Saya seleksi ini kerjasama dengan UGM. Memang untuk menyeleksi calon sekda kemarin pribadi saja saya, ingin sekda yang baik demi daerah ini," kata Tarmizi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/h-tarmizi-saat_20170227_145636.jpg)