Kamis, 9 April 2026

Ella Ajak Orangtua Budayakan Menanam Kepada Anak Sejak Usia Dini

Direktur Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini, Ella Yulaelawati merasa senang bisa berada di Kabupaten Bangka

Penulis: nurhayati | Editor: edwardi
bangkapos.com/Nurhayati
Direktur Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini, Ella Yulaelawati bersama Bunda PAUD Kabupaten Bangka Hj Mina Tarmizi, Bupati Bangka H Tarmizi Saat, para pejabat di Pemkab Bangka asyik menari campak bersama pasangan penari cilik, Selasa (21/3/2017) di Gedung Sepintu Sedulang Sungailiat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Direktur Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini, Ella Yulaelawati merasa senang bisa berada di Kabupaten Bangka karena bisa menyaksikan langsung petani panen semangka dan lada.

Enam tahun lalu dia pernah ke Bangka tetapi lingkungan yang dilihatkan tidak sehijau saat ini.

"Saya ingin menyampaikan ucapan selamat kepada bapak bupati dan semuanya jadi bukan hanya PAUD-nya tapi lingkungannya sudah hijau. Lalu pertanian saya dengar menjadi program bapak sudah luar biasa, dan saya kira itu patut diapresiasi," puji Ella dalam sambutannya ketika membuka acara Sosialisasi Penuntasan Ikut PAUD Satu Tahun Pra SD, Selasa (21/3/2017) di Gedung Sepintu Sedulang.

Menurutnya, sangat penting menanamkan kepada anak usia dini agar rajin menanam tanaman karena negara Indonesia negara agraris.

Jika tidak dipertahankan, apalagi seperti di Kabupaten Bangka dimana masyarakatnya hanya berpikir menambang timah, maka budaya masyarakat agraris akan hilang.

Untuk itu dia mengajak masyarakat, menanamkan jiwa menanam sejak usia dini kepada anak-anak, karena usia nol hingga lima tahun usia perkembangan emas.

"Saat fisik dan otak anak berada di masa pertumbuhan terbaiknya, kemampuan menyerap informasi sangat tinggi. Jadi kalau anak petani, dibiarkan anak usia dini itu tidak mengenali cara menanam itu kita menyia-nyiakan waktu karena waktu sumber daya yang berharga," pesan Ella.

Diakuinya dimasa ini simulasi pendidikan saat penting bagi perkembangan anak karena simulasi yang tidak tepat akan berdampak negatif pada kehidupan selanjutnya dan tidak dapat diperbaiki.

"Kalau anak trauma di usia lima tahun dia akan trauma. Kalau anak tidak didik kreatif sampai usia lima tahun dia juga tidak akan kreatif. Kalau anak tidak mandiri di usia dini, dia juga tidak akan mandiri. Oleh karena itu saya pesan kepada para orang tua tolong sejalan dengan guru PAUD. Jangan di PAUD diajari makan sendiri, tetapi di rumah makannya masih disuapi," imbau Ella.

Menurutnya, 100 tahun Indonesia merdeka akan sangat ditentukan bagaimana memanfaatkan peluang demografi untuk menyiapkan kualitas angkatan kerja yang berlimpah untuk memanusiakan manusia Indonesia.

Saat ini di Indonesia terdapat 32,5 juta anak usia nol hingga enam tahun. Pada tahun 2045 nanti usia mereka akan mencapai 28 hingga 35 tahun dimana mereka memasuki usia kerja.

"Apabila dididik dengan baik maka akan dapat hadiah demokrafi karena jumlah anak yang berlimpah, tetapi kalau tidak didik dengan baik usia dini kita akan dapat beban. Kalau mau revolusi mental memang harus dimulai sejak usia dini," ingat Ella.

Disampaikan untuk Angka Partisipasi PAUD (APK) secara nasional adalah 72,35 persen, sedangkan APK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 89,3 persen yang berada diatas APK nasional. Sementara APK Kabupaten Bangka sebesar 96,45 persen.

"Jadi mengapa Bunda PAUD dapat anugrah, tahun lalu langsung dari ibu negara sebagai Bunda PAUD Indonesia karena prestasi tersebut," puji Ella.

Oleh karena itu diharapkannya, pada tahun 2030 dipastikan seluruh anak laki-laki dan perempuan memperoleh akses terhadap perawatan dan pendidikan pra SD.

"Tidak ada PAUD yang berkualitas tanpa pendidik yang berkualitas," tegas Ella.

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved