Bukan Karena Program Sejuta Rumah, Sanksi dari OJK Tak Mengganggu Bisnis Bank BTN

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) memastikan bahwa sanksi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berupa larangan kantor kas BTN membuka rekening baru

infoperbankan.com
Bank BTN 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) memastikan bahwa sanksi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berupa larangan kantor kas BTN membuka rekening baru, tak akan mempengaruhi bisnisnya, termasuk dana pihak ketiga (DPK) dan program sejuta rumah.

Semisal untuk urusan kontribusi penambahan dana pihak ketiga (DPK), kantor kas BTN menyumbang porsi yang cukup kecil.

Sekretaris Perusahaan BTN Eko Waluyo menyebutkan porsi DPK dari kantor kas hanya sekitar 8,5 persen dari total dana pihak ketiga BTN.

Sementara pembukaan rekening baru di kantor kas, hanya menyumbang porsi 10 persen terhadap total jumlah rekening kantor kas.

"Jika ingin membuka rekening di kantor kas, maka calon nasabah akan direkomendasikan di kantor cabang pembantu," kata Eko kepada Kontan, Kamis (23/3/2017).

Dia menambahkan, bagi nasabah yang sudah ada (eksisting), masih bisa menambah jumlah tabungan di kantor kas.

Maryono, Direktur Utama BTN menegaskan, likuiditas BTN sangat aman dalam mengantisipasi kasus ini.

Hal ini karena BTN sudah menganggarkan dana pencadangan kredit bermasalah maupun kerugian yang cukup.

Dalam laporan keuangan BTN tahun 2016 disebutkan, dana pencadangan bagi kasus deposito fiktif yang memakan korban lima pihak tersebut mencapai Rp 258 miliar.

Senada, Direktur Konsumer BTN Handayani, menyatakan tidak ada dampak lain dari kasus tersebut.

Halaman
12
Editor: Alza Munzi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved