Harga Cabai Turun Sekitar 50 Persen

Harga cabai yang sempat melonjak sejak awal tahun mencapai sekitar Rp 180ribu/kg, kini merangkak turun hingga 50 persen.

Harga Cabai Turun Sekitar 50 Persen
BANGKAPOS.COM/KRISYANIDAYATI
Konsumen Membeli Cabai di Salah Satu Pedagang di pasar Induk Tanjungpandan, Jum'at (24/3/2017). 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Harga cabai yang sempat melonjak sejak awal tahun mencapai sekitar Rp 180ribu/kg, kini merangkak turun hingga 50 persen.

Pantauan Pos Belitung di Pasar Induk Tanjungpandan yang terletak di Gang Kimting, bumbu dengan cita rasa pedas ini khususnya cabai rawit merah mengalami penurunan dikisaran harga Rp 70-100 ribu/kg, dari sebelumnya yang berkisar Rp 120-160/kg.

Penurunan harga cabai ini sudah terjadi sejak 3-4 hari belakangan. Menurunnya harga cabai diperkirakan pasokan cabai mulai stabil. Harga cabai keriting hijau dan merah juga mengalami penurunan.

Ani (47) satu pedagang di pasar Induk Tanjungpandan mengatakan penurunan harga cabai ini dikarenakan sudah banyaknya hasil produksi cabai lokal. Ia menilai sejak awal tahun lalu baru kali ini harga cabai berada di bawah Rp 100 ribu/kg.

"Sebelumnya kan naik terus, kalau turun juga gak dibawah 100, kayaknya inilah yang paling murah di tahun 2017 ini, kalau jualan kan relatif ada yang Rp 90-100 ribu/kg tergantung barang juga," kata Ani saat ditemui Pos Belitung, dikiosnya, Jum'at (24/3/2017).

Ani menduga harga cabai akan mengalami penurun dalam sepekan ke depan. Turunnya harga cabai rawit merah juga berdampak pada turunnya harga cabai keriting merah dan keriting hijau.

"Turun semua cabai, cabai keriting merah Rp 35 ribu/kg, 4000/ons kalau sebelumnya sempat Rp 55-60 ribu/kg, mungkin turun lagi harganya," kata Ani sambil melayani pembeli.

Pedagang yang sudah 13 tahun berjualan dipasar Induk Tanjungpandan ini mengatakan, penurunan harga cabai tidak berdampak pada meningkatnya daya beli masyarakat.

"Baguslah turun, mungkin karena stoknya banyak, tapi meski harga cabai turun pembelinya sepi, mungkin karena ekonomi lagi susah," kata Ani.

Halaman
123
Penulis: krisyanidayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved