KPK Tangkap Tersangka Ketiga Korupsi e-KTP, Andi Narogong: Sudah-sudah Jangan Berantem

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong alias AA, sejak Jumat (24/3/2017) siang.

KPK Tangkap Tersangka Ketiga Korupsi e-KTP, Andi Narogong: Sudah-sudah Jangan Berantem
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Tersangka baru kasus dugaan korupsi KTP elektronik yang juga pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong tiba di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (23/3/2017) malam. KPK menangkap Andi Narogong yang diduga membagi-bagikan uang pelicin anggaran, setelah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan korupsi KTP elektronik. 

Salah satunya, hakim konstitusi Patrialis Akbar, yang menjadi tersangka kasus dugaan suap uji materi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan di Mahkamah Konstitusi.

Tak sembarang orang dapat masuk ke gedung itu. Hanya karyawan dan pimpinan KPK saja yang masih diizinkan berada di sana.

Sementara di luar itu tak diperkenankan masuk. Di pintu depan dan pintu belakang terdapat pos satpam, di mana dua sampai tiga satpam berjaga di sana.

Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, mengatakan penahanan Andi Narogong dilakukan karena yang bersangkutan merupakan saksi kunci di dalam kasus dugaan korupsi dari anggaran total Rp 5,9 Triliun.

Selama penahanan, penyidik KPK akan memeriksa Andi secara intensif.

"Penyidik memang harus memeriksa beliau (Andi Narogong,-red) itu yang bersangkutan secara prinsip, karena beliau merupakan dari hasil kalau mengikuti persidangan kemarin, beliau banyak mengetahui hal ini (kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP berbasis NIK,-red)" kata Basaria.

Selain itu, kata dia, penyidik KPK juga mempertimbangkan alasan-alasan lainnya. Misalnya, menghindari agar Andi tak melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

Untuk kepentingan penyidikan, menurut dia, pemeriksaan terhadap yang bersangkutan masih akan tetap dilakukan.

Sejauh ini, kasus itu sudah naik ke persidangan. Dua orang mantan pegawai di Kementerian Dalam Negeri dijadikan terdakwa.

Mereka yaitu, Irman, Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri dan Sugiharto, Mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri.

"Penyidik masih bekerja keras melakukan telaah untuk menemukan bukti-bukti dan petunjuk-petunjuk lainnya," tambah Basaria.

Untuk kepentingan pengembangan kasus itu, pada Kamis kemarin selain menangkap Andi di kawasan Jakarta Selatan, penyidik KPK juga menggeledah empat tempat termasuk kediaman Andi di Central Park Baverly Hills C10 Kota Wisata Cibubur. (glery lazuardi)

Editor: Alza Munzi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved