Sebelum Ajal Menjemput, Pekerja Kapal Ini Minta Dibuatkan Teh Panas

korban sempat berbincang dengan penghuni kos, yang diduga tengah tawar menawar untuk melakukan pijat.

Sebelum Ajal Menjemput, Pekerja Kapal Ini Minta Dibuatkan Teh Panas
TRIBUN KALTIM/CHRISTOPER DESMAWANGGA
Korban tewas di kamar kos di Jalan Mulawarman, Gang 7, saat dievakuasi menuju RSUD AW Syahranie, Sabtu (25/3/2017).

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Christoper D

BANGKAPOS.COM, SAMARINDA - Warga di sekitar Jalan Mulawarman, Gang 7 dikejutkan dengan tewasnya seorang pria berusia 65 tahun di salah satu kamar kos yang terdapat di kawasan tempat hiburan malam.

Pria tersebut bernama Daming, warga Jalan Lumba-lumba, RT 4, yang sehari-hari bekerja di kapal.

Sekitar pukul 12.25 Wita, pemilik kos melaporkan ke kepolisian korban tak sadarkan diri.

Korban merengang nyawa di kamar nomor 2, lantai 2 rumah kos milik Ibrahim.

Sebelum dinyatakan tewas, korban sempat berbincang dengan penghuni kos, yang diduga tengah tawar menawar untuk melakukan pijat.

Lalu, tak lama berbincang, korban dan saksi atas nama Csulhia (50), masuk ke kamar.

Lalu, korban meminta untuk dibuatkan teh panas.

Sesaat setelah teh datang, korban langsung tersungkur di kasur, tak sadarkan diri.

"Sebelum masuk kamar, korban sempat ngobrol dengan saksi (penghuni kos), lalu masuk ke kamar, dan korban pesan teh. Tak lama berselang teh datang, korban tak sadarkan diri dan tewas di kamar itu," ungkap Kapolsekta Samarinda Ilir, Kompol Yovan Fatika, Sabtu (25/3/2017).

Guna menyelidikan lebih lanjut, pihaknya membawa saksi ke kantor polisi untuk dimintai keterangan, barang bukti yang diamankan yakni teh panas.

"Yang jelas di dalam kamar, tidak ada obat-obatan, jadi barang bukti diamankan teh panas, bahkan tehnya juga masih penuh. Lalu, saksi juga dimintai keterangan. Saat ini korban telah dilarikan ke rumah sakit," tuturnya.

Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved