Inilah Pesawat Komersil Pertama yang Mendarat di Indonesia, Setelah Melewati Perjalanan 127 Jam

Pesawat kecil F-VII buatan Nederlandse Vliegtuigenfabriek milik Anthony Fokker berhasil menghubungkan lapangan udara Belanda dan Indonesia

net
Pesawat Fokker F-VII dengan registrasi H-NACC tercatat sebagai pesawat komersial pertama yang mendarat di Indonesia. 

Setelah sejumlah hambatan dan beberapa kali berhenti (multistop), pesawat tiba di lapangan udara Tjililitan pada 24 November 1924.

Pesawat menempuh penerbangan selama 127 jam, 16 menit dan 20 detik.

KLM menjadikan tanggal 1 Oktober sebagai hari peringatan penerbangan ke Batavia.

Penerbangan perintis Fokker F-VII registrasi H-NACC yang dipiloti Thomassen Thusessink van der Hoop dan pilot kedua Van Weerden-Poelman serta teknisi Van den Brooke, singgah di 22 tempat.

Mereka dikawal dan dilepas oleh sepuluh pesawat angkatan udara di perbatasan.

Semua berjalan lancar pada penerbangan ke persinggahan pertama dan kedua.

Namun kru di darat tidak mendengar kabar tentang pesawat H-NACC saat menuju ke persinggahan ketiga antara Belgrado dan Konstantinopel (Istanbul, Turki). Mereka diperkirakan hilang di pegunungan Transylvania.

H-NACC terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bulgaria setelah mesinnya panas sekali akibat kebocoran radiator.

Beruntung pesawat sudah melewati kawasan pegunungan dan mendarat di rerumputan. Insiden ini mengakibatkan roda pendarat kiri rusak. Mesin Rolls-Royce juga rusak berat, harus diganti.

Masalah paling berat justru di penduduk setempat yang tidak bisa berbahasa Inggris. Meski demikian akhirnya kabar pendaratan darurat H-NACC bisa sampai ke Amsterdam.

Halaman
123
Editor: Alza Munzi
Sumber: Angkasa
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved