Siapa Tahu Ada Rezeki Pergi ke London, Ini 10 Destinasi Wisata yang Wajib Dikunjungi

Berwisata ke Inggris mungkin bisa disebut gampang-gampang susah karena begitu banyaknya pilihan

Siapa Tahu Ada Rezeki Pergi ke London, Ini 10 Destinasi Wisata yang Wajib Dikunjungi
Getty
Masyarakat melihat keindahan supermoon dari Fremantle War Memorial di Monument Hill, London, Inggris, Senin (14/11/2016) 

BANGKAPOS.COM - Berwisata ke Inggris mungkin bisa disebut 'gampang-gampang susah' karena begitu banyaknya pilihan sehingga jika tidak punya rencana maka bisa jadi tujuan wisata yang populer jadi luput.

Belum lagi memasukkan acara belanja di kawasan belanja terkenal, Oxford Street, maupun yang belakangan ini tak kalah populernya, pusat pertokoan diskon di luar kota London.

Namun jika Anda tak mau kalah dengan para turis lainnya, maka daftar 10 tujuan wisata paling populer di Inggris bisa menjadi panduan. Dan kesepuluh tujuan wisata itu berada di London.

Di puncak pertama adalah British Museum dengan 6,4 juta pengunjung sepanjang tahun 2016 walau sebenarnya jumlah itu turun 5,9% dibanding tahun sebelumnya.

Daftar 10 besar tujuan wisata di Inggris, versi Asosiasi Tujuan Wisata Utama, ALVA.

British Museum : 6.420.395 pengunjung
National Gallery : 6.262.839
Tate Modern : 5.839.197
Natural History Museum : 4.624.113
Southbank Centre : 3.909.376
Somerset House :3.443.220
Science Museum : 3.245.750
Victoria and Albert Museum : 3.022.086
Tower of London : 2.741.126
Royal Museums Greenwich : 2.451.023

Yang meningkat popularitasnya adalah Tate Modern, galeri seni kontemporer yang menggunakan bangunan bekas turbin listrik yang terletak di tepi Sungai Thames.

Lebih dari 5,8 juta orang berkunjung ke Tate Modern, yang meningkat sampai 24% dibanding tahun 2015 dan menempatkannya di peringkat ketiga.

The Vault, bekas kamar mayat di bawah kota London yang berubah fungsi jadi lokasi pertunjukan seni.
The Vault, bekas kamar mayat di bawah kota London yang berubah fungsi jadi lokasi pertunjukan seni. (thestage.co.uk)

Bernard Donoghue, Direktur ALVA, mengatakan serangan teroris di beberapa kota Eropa tahun lalu menyebabkan sejumlah orang enggan untuk berkunjung ke kota-kota besar utama.

"Ada beberapa kekhawatiran keamanan tentang pusat kota London dan atraksi di pusat kota, baik di kalangan turis asing maupun kalangan keluarga di dalam Inggris," kata Donohghue kepada kantor berita Press Assocation, PA.

Seorang perempuan yang terluka setelah insiden penembakan di jembatan Westminster di London, Inggris, Rabu (22/3/2017).
Seorang perempuan yang terluka setelah insiden penembakan di jembatan Westminster di London, Inggris, Rabu (22/3/2017). (Kompas.com/Reusters)

"Kami melihat pemindahan ke luar kota London dari sejumlah orang yang datang untuk tempat atraksi."

Bagaimanapun masih belum ada data maupun perkiraan jumlah wisatawan ke London setelah serangan teroris di Westminster, pusat kota London, Rabu (22/3/2017), yang menewaskan empat orang dan seorang pelakunya.

Editor: Alza Munzi
Sumber: BBC Indonesia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved