Pemusung Kewalahan, Banyak Pembeli Minta Madu Hutan

hanya ingin untuk membeli air madu asli yang didapatkan atau diunduh dari hutan, apapun itu jenis air madunya,

Pemusung Kewalahan, Banyak Pembeli Minta Madu Hutan
Istimewa
Sarang madu di hutan Desa Bikang, Kecamatan Toboali.

Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sejak beberapa bulan lalu hingga saat ini, banyak warga menemui para pemusung (pengunduh) atau ke orang yang kenal dengan pemusung madu hutan, di daerah Kecamatan Riausilip Kabupaten Bangka hingga Kecamatan Kelapa Kabupaten Bangka Barat.

Tujuan warga tersebut, hanya ingin untuk membeli air madu asli yang didapatkan atau diunduh dari hutan, apapun itu jenis air madunya, apakah dari bunga karet, mesirak, rempodong, repala, pelawan dan kabel.

Bahkan pengumpul madu hutan dari pemusung, juga mengalami hal sama.

Pengumpul Air Madu Hutan, Yur menyebutkan, sering didatangi warga dari berbagai desa.

Warga tersebut bertanya masih ada atau tidaknya menyimpan air madu di rumahnya.

"Intinya mereka mencari air madu, kalau bulan-bulan ini belum ada, payah barangnya, karena belum musimnya, kalau musim hujan nggak ada madu, kemarin ada yang musung, tapi airnya sedikit, istilahnya madu untuk dikonsumsi atau untuk jaga-jaga kebutuhan sendiri saja, tidak ada," ujar Yur kepada bangkapos.com Jumat (31/3/2017).

Pemusung madu hutan Iwan menyebutkan, bulan-bulan ini belum musim madu, tapi diperkirakan di bulan empat musim bunga pelawan dan kalau cuaca bagus, pemusung bisa panen madu pelawan.

Tapi madu pelawan ada tidak disetiap daerah, kalau daerah itu ada hutan pelawan, biasanya juga sebagai penghasil madu pelawan (rasanya pahit).

"Kalau toh di bulan-bulan ini ada yang musung, itu madu manis. Banyaklah orang yang tanya ke kami, karena nggak ada barangnya, ya mau ngapain lagi, kami bilang sekarang belum musimnya," ujar Iwan.

Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved