Taekwondo Melatih Fisik dan Mentalitas

Menjadi sang juara tentunya tak mudah diraih, sebaliknya perlu latihan keras

Taekwondo Melatih Fisik dan Mentalitas
bangkapos.com/Ryan A Prakasa
Boy

Laporan wartawan Bangka Pos, Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM,CIBUBUR -- Menjadi sang juara tentunya tak mudah diraih, sebaliknya perlu latihan keras, serta tetap mengedepankan sikap disiplin diri yang mesti jadi pedoman setiap para atlet apapun, termasuk atlet taekwondo di Indonesia.

"Falsafah Taekwondo itu sendiri sebenarnya bagaimana melatih fisik dan mentalitasnya sebagai seorang atlit olah raga sehingga pada akhirnya mereka bisa mandiri dan jiwa sportifitas," ujar sabeum taekwondo Yodan Team Jakarta, Boy (40) ditemui di sela-sela acara penutupan Taekwondo Open Tournament Menhan 2017 di GOR POPKI, Cibubur, Jaktim.

Sebagai seorang pelatih yang sudah banyak makan 'asam garam' dalam dunia olah raga Taekwondo di Indonesia, Boy mengaku jika ia sesungguhnya berharap dari turnamen terbuka Taekwondo tahun 2017 ini dapat melahirkan para bibit atlit muda yang berprestasi hingga dapat membesarkan nama bangsa Indonesia.

Tak sedikit murid yang dilatihnya berhasil menyabet predikat juara tingkat nasional mau pun sebagai juara dan berhasil meraih sejumlah medali emas dalam even Taekwondo Open Tournament Menhan 2017 termasuk Ghinaa Goliza Putri (12) & Muhamad Falah Al Zofran (5) yang juga merupakan para murid kebanggannya.

"Alhamdulillah murid-murid saya berhasil menoreh prestasi dalam cabang olah raga Taekwondo dalam sejumlah event bergengsi," terang pria yang mengaku lelatih Taekwondo sejak tahun 1996 hingga sekarang.

Dalam event pertandingan Taekwondo Open Tournament Menhan 2017 di GOR POPKI, Cibubur juga turut hadir presiden Kukkiwon asal Korea, Oh Hyun Deuk, Menteri Pertahanan (Menhan RI), jenderal TNI (purn) Ryamizad Ryaduru termasuk duta besar asal Korea maupun ketua umum Taekwondo Indonesia, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman

Ia sempat mengulas seputar atraksi bela diri (Taekwondo) yang ditunjukan para Taekwondo asal negara Korea, Minggu (2/4/2017) siang saat acara penutupan Taekwondo Open Tournament Menhan 2017 tersebut.

"Atraksi atau semacam demontrasi yang kita saksikan tadi itu disebut Kiyopa (dalam bahasa Korea--red) dengan atraksi memecahkan kepingan papan," ujar pria berpenampilan kaca mata itu..

Kesibukan Boy melatih muridnya pun tak cuma pada satu tempat saja, namun Boy pun mengaku jika ia sendiri sampai saat ini masih rutin mengajar olah raga bela diri (Taekwondo) di sejumlah tempat lainnya termasuk di wilayah kota Tangerang, Jakarta Selatan termasuk Kota Depok.

Penulis: ryan augusta
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved