4 Kisah Kemunculan Ular Piton Besar Menyerang Warga Sulawesi

Puluhan ekor ular piton berukuran besar kerap ditemukan warga di seantero Provinsi Sulawesi Barat.

4 Kisah Kemunculan Ular Piton Besar Menyerang Warga Sulawesi
istimewa
Warga Desa Tiram Kecamatan Tukak Sadai Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bertarung dengan ular piton raksasa sepanjang 7,2 meter, Jumat (23/8/2013). 

Pasalnya, warga kerap melihat ular piton berbagai ukuran kerap muncul dan hilang di sekitar permukiman.

12 Januari 2015 dinihari

Zahir, seorang pemuda di Kelurahan Lantora, Kecamatan Polewali Mandar, terluka usai berjibaku melawan ular piton sepanjang lima meter yang masuk ke pemukiman penduduk.

Kejadiannya berawal saat ular yang diduga tengah kelaparan itu melintas di perkampungan dan menggigit Zahir yang sedang berjalan kaki.

Zahir pun lalu terlibat pergumulan dengan ular yang diduga tengah kelaparan itu.

Zahir bahkan sempat terlilit ular itu, karena tak mampu mengimbangi kekuatan reptil tersebut.

Baca: Calon Suami Bella Kembali Tepergok Rangkul Wanita Seksi

Beruntung ada Amang, seorang tetangga Zahir, yang melintas di lokasi tersebut dan membantu Zahir.

Ular sanca itu baru melepaskan gigitan di tangan Zahir, setelah Amang menarik-narik ekor ular tersebut.

Menurut Amang, butuh waktu hingga satu jam lebih untuk menjinakkan ular itu. Setelah itu, sejumlah warga yang kemudian datang dapat menjinakkan ular itu dan dimasukkan ke dalam karung.

“Saya sempat menarik-narik ekornya agar bisa melepaskan gigitannya, beruntung ular ini akhirnya lepas setelah saya tarik,” ujar Amang.

Zahir yang sempat digigit ular sanca tersebut mengalami luka parah di tangan dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Sementara, ular sanca yang ditangkap itu akan dijual kepada para pencinta binatang dan uangnya akan digunakan untuk biaya pengobatan Zahir.

20 Oktober 2015

Seekor ular piton berukuran 4,5 meter muncul di permukiman warga.

Diduga sang ular sedang menyelamatkan diri saat ribuan hektar hutan di Kelurahan Sulewatang, Kecamatan Polewali, terbakar.

ular piton ini pertama kali ditemukan sedang bergelantungan di pohon oleh warga bernama Hendrik.

Baca: Misteri Eyang Subur, Usahanya Hanya dari Menjahit tapi Hartanya Miliaran

Sebelumnya, warga menemukan belasan ular piton melintasi permukiman mereka.

Hendrik terpaksa melukai ular ini dengan parang panjang karena melawan saat akan ditangkap.

“Mungkin ularnya sedang kepanasan dan lari ke pemukiman warga. Karena khawatir menerkam ternak dan warga, terutama anak-anak, saya berusaha menangkapnya. Tetapi karena melawan, saya terpaksa memarangi kepalanya,” ujar Hendrik yang mengaku sempat bergulat dengan piton sebelum ditangkap oleh warga.

(Kompas.com/Kontributor Polewali, Junaedi)

Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved