Selasa, 9 Juni 2026

Dedi Panen Satu Ton Semangka Korea di Lahan Kritis

Sekitar satu ton Semangka Korea (Semangka Maskuning) sudah dipanen oleh Dedi Junaidi

Tayang:
Penulis: Dedy Qurniawan | Editor: edwardi
bangkapos.com/Dedy Qurniawan
Semangka Korea (Semangka Mas Kuning) yang telah berhasil dipanen di lahan kritis yang digarap oleh Dedi Junaidi, kawasan Danau Nujau, Desa Gantung, Kecamatan Gantung, Beltim, Selasa (4/4/2017). 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Sekitar satu ton Semangka Korea (Semangka Maskuning) sudah dipanen oleh Dedi Junaidi, seorang petani di kawasan Danau Nujau, Desa Gantung, Kabupaten Beltim, Selasa (4/4/2017).

Semangka itu ia hasilkan di lahan kritis dengan luas sekitar satu hektare milik Pemdes Gantung.

Dia menilai pananenya berhasil sebab semangka pada umumnya sulit ditanam dan panen saat musim penghujan.

"Ini lahan kritis, berpasir. Saya mulai tanam pas musim penghujan mulai. Semangka biasa kalau ditanam saat musim penghujan banyak kendala. Hanya saja, semangka ini, meski bisa tumbuh bagus saat penghujan, tapi perlu dirawat ekstra. " ujan Dedi ditemui Pos Belitung di lahan garapannya.

Pantauan Pos Belitung, buah Semangka Korea yang dimaksud Dedi memiliki warna kulit kuning saat sudah matang.

Bentuknya pun lonjong atau tak cenderung bulat seperti semangka dengan kulit hijau.

Sore tadi, semangka yang sudah dipanen itu tampak ditumpuk di pinggir jalan tanah puru dan siap dipasarkan secara swadaya.

Dedi mengklaim,  rasa Semangka Mas Kuningnya lebih manis ketimbang Semangka non biji asal Jakarta.

Hanya saja bibitnya diakui sedikit lebih mahal.

Dia mendapatkan bibit dari daerah Muntilan, Jawa Tengah.

Bibit semangka itu kemudian ia tanam secara bertahap dengan jeda 15 hari.

Usia tanaman termudanya adalah 15 hari.

Tujuannya adalah Semangka Mas Kuning tetap bisa dipanen bertahap hingga bulan Ramadhan dan memasuki musim kemarau 2017 mendatang.

"Jadi bisa panen saat bulan ruah, puasa, sampai kemarau. Yang sudah dipanen itu sekitar satu ton. Semangka Maskuning ini mungkin baru ini yang ditanam di Belitung. Saya juga tanam bibit Semangka Korea jenis Semangka Jalur Madu, itu kadar gulanya luar biasa," ujarnya.

Menurut Dedi, jika di luar Belitung, semangka ini biasa dijual di Supermarket.

Namun di Belitung, dia mengaku menjual semangkanya sendiri ke pasar dengan harga Rp 8 ribu hingga Rp 10 ribu per kilogram.

"Itu sudah menguntungkan buat petani. Yang lebih menguntungkan itu saya bisa panen meski muaim hujan," ujarnya. (*)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved