Rabu, 6 Mei 2026

Nama Asli Pempek Ternyata Ada Di Belinyu Bangka, Ini Penjelasannya

Penganan yang biasanya dibuat dari ikan Belida atau ikan Tenggiri ini menjadi makanan yang sehari-hari yang populer di wilayah Sumatera Bagian

Tayang:
Penulis: Iwan Satriawan | Editor: Iwan Satriawan
bangkapos.com/khamelia
Sajian aneka pempek, model dan tekwan 

BANGKAPOS.COM--Siapa yang tak kenal dengan penganan olahan ikan yang satu ini.

Penganan yang biasanya dibuat dari ikan Belida atau ikan Tenggiri ini menjadi makanan yang sehari-hari yang populer di wilayah Sumatera Bagian Selatan.

Masyarakat Indonesia mengenal penganan ini sebagai hidangan khas yang paling terkenal dari Palembang Provinsi Sumatera Selatan.

Namun di provinsi tetangganya seperti Bengkulu, Jambi, Lampung dan Kepulauan Bangka Belitung, penganan berbahan dasar sagu dan ikan ini juga menjadi makanan khas yang mudah ditemui.

Asal usul pempek sendiri ternyata menarik untuk disimak.

Dikutip dari kompas travel, Pempek nama aslinya adalah Kelesan.

"Di masa Kesultanan Palembang, pempek disebut kelesan. Kelesan adalah panganan adat di dalam Rumah Limas yang mengandung sifat dan kegunaan tertentu. Dinamakan kelesan juga karena makanan ini dikeles atau tahan disimpan lama," kata pemerhati sejarah Palembang, KMS H Andi Syarifuddin saat dihubungi KompasTravel, Senin (3/4/2017).

Pempek udang khas Belo Laut
Pempek udang khas Belo Laut (bangkapos.com/Iwan S)

Menurut Andi, pempek akhirnya dijual komersial saat zaman kolonial. Uniknya, pempek mulanya dibuat oleh orang asli Palembang.

Setelah dibuat pempek dioper ke orang China untuk dijual. Orang Chinadi Palembang saat itu terkenal sebagai ahli dagang.

Tercatat pada tahun 1916, pempek mulai dijajakan dengan penjual yang berjalan kaki dari kampung ke kampung, khususnya di kawasan keraton (Masjid Agung dan Masjid Lama Palembang).

Lantas dari mana nama pempek berasal, jika nama aslinya adalah kelesan? Ternyata, nama pempek berasal dari sebutan pembeli kepada penjual kelesan.

"Empek adalah sebutan bagi orang China yang menjajakan kelesan. Para pembeli yang biasa membeli kelesan, dan rata-rata anak muda. sering memanggil penjual kelesan dengan kalimat, 'Pek, empek, mampir sini!'," cerita Andi.

Akhirnya panggilan pempek lebih populer dari kelesan dan nama pempek bertahan sampai saat ini.

Sejarah pempek ini, menurut Andi, tercatat di buku berjudul "Sejarah dan Kebudayaan Palembang: Rumah Adat Limas Palembang" yang ditulis oleh M Akib, RHM.

Uniknya sebutan Kelesan untuk Pempek saat ini justru masih digunakan masyarakat Belinyu Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Bahkan di Palembang sendiri mungkin sudah jarang masyarakat setempat menyebut Pempek dengan nama Kelesan.

"Masyarakat Belinyu memang menyebut Pempek dengan nama Kelesan. Disini dikenal Kelesan Rebus dengan Kelesan Goreng. Saya sendiri nggak tahu bagaimana ceritanya di Belinyu menggunakan kata Kelesan ini," ungkap Edo warga Belinyu.

Sama seperti di Palembang, di Pulau Bangka ada beraneka jenis Pempek dan yang paling unik adalah Pempek udang Belonyang berwarna merah karena berbahan dasar udang. 

Perbedaan mencolok dengan Pempek Palembang dengan di Pulau Bangka adalah pada penggunaan bahan baku ikannya dan cuka Pempek.

Jika Pempek Palembang dominan menggunakan bahan ikan Sungai atau di Bangka disebut dengan ikan Darat, masyarakat Pulau Bangka umumnya membuat Pempek menggunakan ikan laut seperti ikan Tenggiri dan ikan laut lainnya.(*)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved