Angka Putus Sekolah di Kabupaten Bangka Masih Tinggi
Padli mengakui angka anak putus sekolah di Kabupaten Bangka masih cukup banyak.
Penulis: nurhayati | Editor: edwardi
Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Padli mengakui angka anak putus sekolah di Kabupaten Bangka masih cukup banyak.
Berdasarkan data yang dikumpulkan dikbud untuk anak putus sekolah di tingkat SD sekitar 70 orang dan di SMP sekitar diatas 100 anak. Sedangkan untuk tingkat SLTA pihaknya belum melakukan pendataan.
"Untuk anak putus sekolah masih ada. Mereka ini biasa tidak sekolah karena membantu orang tua atau faktor lainnya," kata Padli kepada bangkapos.com, Kamis (6/4/2017).
Untuk itulah Pemkab Bangka meluncurkan program Bunaktuslah yakni Perburuan Anak Putus Sekolah. Pihaknya berusaha mengajak anak-anak yang putus sekolah agar bisa sekolah kembali.
Apalagi Menteri Sosial Republik Indonesia Khofifah Indar Parawansa memuji program Pemkab Bangka dan menjadikan Kabupaten Bangka sebagai rule model di daerah-daerah di seluruh Indonesia melalui program Bunaktuslah ini.
"Kami ajak mereka masuk PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat-red) atau ke SKB (Sanggar Kegiatan Belajar-red). Untuk ambil paket A, B atau C sesuai jenjang pendidikannya," jelas Padli.
Dikatakannya untuk biaya pendidikan mereka ini akan dibiayai oleh Pemkab Bangka.
Oleh karena itu, ia mengajak peran serta masyarakat, kaling, RT/RW, kepada desa hingga para guru agar melakukan perburuan anak putus sekolah ini agar mereka mau kembali bersekolah.
"Kita berharap jangan ada lagi anak putus sekolah di Kabupaten Bangka. Sekarang ini wajib belajar 12 tahun bahkan bu mensos bilang sampai umur 21 tahun," harap Padli.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/kepada-dinas-pendidikan-dan-kebudayaan-kabupaten-bangka-padli_20170406_161323.jpg)