Istri Bandar Narkoba Terbesar di Indonesia Minta Polisi Jangan Ribut

Saat penangkapan berlangsung, Yayu istri bandar narkoba meminta polisi untuk tidak ribut karena di dalam rumah ada anaknya.

Istri Bandar Narkoba Terbesar di Indonesia Minta Polisi Jangan Ribut
KRIMINALITAS.COM/HAND OVER/DOK PRIBADI
Jenazah Ruslan Hasan alias Cullang (kiri) dan istri keduanya, Yayu Aprilianti. 

Aiptu Yunus hanya diberitakan saat tertangkap, 16 Januari lalu.

Baca: Makanan Ini Bisa Selamatkan Paru-paru Anda

Beritanya menjadi heboh karena polisi itu ditangkap di rumah panggung bersama lima warga yang diyakini sedang transaksi narkoba.

Bahkan saat penangkapan, Aiptu Yunus sempat melawan dan mengeluarkan pistol.

Yunus ditangkap bersama lima warga, Asdar (37), Yusuf (22), Surahmin (21), Samsuddin (25), dan Muh Sakkir.

Penggerebekan itu dilakukan setelah polisi menerima info dari masyarakat bahwa ada transaksi sabu di rumah salah satu bandar bernama Asdar alias Adda. Selanjutnya polisi langsung melakukan penggerebekan.

Baca: Tak Ada Gosip, Chika Tiba-tiba Gugat Cerai Suami Keduanya

Kapolrestabes Makassar, Kombes Endi Sutendi, berang mendengar penangkapan anak buahnya itu, dua bulan lalu.

“Saya juga sudah perintahkan Kasi Propam Polrestabes untuk melakukan pemeriksaan dan penyelidikan. Tidak ada ampun, jika terbukti akan diberikan sanksi disiplin maupun pidana. Ini berlaku untuk semua anggota Polrestabes Makassar yang terlibat narkoba,” kata Endi menegaskan.

Oknum polisi yang diamankan di rumah bandar sabu, Aipda Yunus saat ini telah dicopot dari satuannya.

Kemarin, Endi mengonfirmasi pencopotan Aiptu Yunus. "Dia (Aipda Yunus) sudah dicopot usai menjalani sidang disiplin dan menjalani masa kurungan 14 sampai 21 hari," ujar Endi kepada Tribun-Timur.com di Mapolrestabes, Makassar.

Baca: Pramugari Berbikini Mau Layani Penerbangan Indonesia

Mantan Kabid Humas Polda Sulsel periode 2014-2015 itu mengatakan, Aipda Yunus masih terus menjalani pemeriksaan oleh Satuan Propam Polrestabes Makassar dan wajib lapor di Mapolda Sulsel.

“Jadi saat ini yang bersangkutan (Yunus) sudah dicobot dari satuannya dan tentu nonjob atau tidak ada penugasan untuk yang bersangkutan, tapi tetap dia masih anggota kepolisian," kata Endi.

Perwira "tiga bunga" tersebut menambahkan, Aipda Yunus sedang tertidur pulas dalam kamar di rumah salah satu bandar narkoba jenis sabu, Asdar.

Oknum tersebut tertidur saat bandar sabu melakukan transaksi, pada saat itu juga personel Unit Resmob Ditreskrim Polda Sulsel melakukan penggerebekan. (Tribun Timur)

Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved