Rizal Ramli Sebut Korupsi e-KTP Kasus Paling Aneh untuk Negara Demokrasi Seperti Indonesia

Mantan Menko Maritim Rizal Ramli angkat bicara terkait dugaan korupsi pengadaa e-KTP

Rizal Ramli Sebut Korupsi e-KTP Kasus Paling Aneh untuk Negara Demokrasi Seperti Indonesia
Kahfi Dirga Cahya
Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Rizal Ramli 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Mantan Menko Maritim Rizal Ramli angkat bicara terkait dugaan korupsi pengadaa e-KTP.

Dugaan korupsi yang menurutnya, mengejutkan semua pihak.

"Sungguh mengejutkan dan memalukan kita semua sebagai bangsa. Bukan saja karena tokoh-tokoh besar yang diduga terlibat dalam kasus ini begitu banyak. Tapi juga karena jumlah kerugian negara Rp 2,3 triliun itu sungguh luar biasa," tegas Rizal Ramli dalam pernyataannya, Sabtu (8/4/2017).

"40 persen dari total nilai proyek ini diduga di korupsi. Kasus e-KTP ini menunjukkan prosedur pengadaan proyek kenegaraan rentan disusupi kepentingan banyak orang, bahkan dari berbagai partai politik yang saling berbeda garis dan kepentingan politiknya," sesalnya.

Kasus ini, menurutnya kasus paling aneh untuk ukuran negara-negara yang memakai sistem demokrasi seperti di Indonesia.

Di banyak negara, ia menjelaskan, partai-partai yang melakukan korupsi biasanya adalah partai berkuasa atau pemerintah yang sedang berkuasa.

"Karena merekalah yang memerintah, punya akses terhadap proyek dari tahap perencanaan, penganggaran, hingga eksekusi. Di kita, dalam kasus E-KTP ini, politisi dari partai yang tidak pro pemerintah atau oposisi, juga ikut diduga terlibat kasus ini. Aneh," kata Rizal Ramli.

Mantan Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan pada masa Presiden Abdurrahman Wahid ini menduga, semua tangan masuk beramai-ramai, nyaris tidak tahu bagaimana membenahinya.

"Begitu banyak yang diduga terlibat, melibatkan infrastuktur politik, tokoh partai dan pejabat pemerintah. Ini namanya sudah system failure. Sistemnya sudah rusak berat," kata Rizal.

Dugaan korupsi pengadaan e KTP ini, ia berharap, menjadi momentum bagi semua orang dan terutama bagi pemerintahan Jokowi yang dikenal pekerja keras dan bersih dari masalah seperti ini.

Halaman
12
Editor: Alza Munzi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved