Rabu, 29 April 2026

Lagi, Banjir Rendam Puluhan Rumah Warga di Pangkalpinang

banjir yang merendam rumah warga di jalan Balai misalnya rata-rata tinggi air yang menggenangi rumah sebetis hingga lutut

Tayang:
Penulis: Iwan Satriawan | Editor: Iwan Satriawan
bangkapos/alza munzi
Rumah anggota DPRD Pangkalpinang Ahmad Amir terendam banjir setengah meter, Minggu (9/4/2017). 

BANGKAPOS.COM-- Hujan deras yang mengguyur Kota Pangkalpinang yang hanya berlangsung sekitar satu jam, kembali membuat sejumlah kawasan pemukiman warga di ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini terendam air, Minggu (9/4/2017) siang.

Kawasan ini menjadi langganan terendamnya air luapan saat hujan dengan intensitas tinggi.

Beberapa tempat di antaranya, Jalan A Yani Pangkalpinang, Jalan Balai, Kampung Opas, Ampui, Sumberejo dan sekitarnya serta beberapa kawasan lainnya.

Contohnya sejumlah warga di daerah Gang Merpati Pangkalpinang yang sudah mengungsikan kendaraannya karena air terus naik.

Genangan air di sejumlah titik terendam berkisar antara 30 Cm hingga 60 Cm.

Pantauan Bangkapos.com sekitar pukul 16.00 WIB banjir yang merendam rumah warga di jalan Balai misalnya rata-rata tinggi air yang menggenangi rumah sebetis hingga lutut orang dewasa.

Sejumlah ruas wilayah pemukiman warga yang terendam banjir saat diguyur hujan deras di Kota Pangkalpinang, Minggu (9/4/2017).
Sejumlah ruas wilayah pemukiman warga yang terendam banjir saat diguyur hujan deras di Kota Pangkalpinang, Minggu (9/4/2017). (Bangkapos.com/Ajie Gusti)

Tingginya volume air membuat warga di sekitar jalan balai kelabakan dan berusaha melindungi barang-barang berharga mereka.

Seperti yang dilakukan Susilawati, ibu empat orang anak ini harus berjibaku memindahkan dan mengangkat setiap barang yang berada di lantai. Pasalnya hujan lebat membuat air cepat meluber masuk ke dalam rumahnya.

"Air nya deras, cepat bener masuknya, kita juga kelabakan, memindahkan barang barang," jelas Susilawati yang juga pernah mengalami banjir serupa pada tahun sebelumnya kepada bangkapos.com, Minggu (9/4/2017)

Tidak hanya air yang cepat masuk ke rumah, namun kondisi listrik yang padam saat itu membuat warga kesusahan melihat harta benda di dalam rumah.

"Semua kami angkat barangnya, untung anak saya hari ini tidak kerja, bisa membantu, kalu saya sendiri, entah bagaimana,"keluhnya

Dengan kondisi air yang telah setinggi betis orang dewasa, Susilawati dan anaknya memutuskan untuk mengungsikan diri ke tempat saudaranya yang tidak terkena banjir, baju yang basah dan tidak adanya tempat tidur menjadi alasan.

"Tidak bisa tidur di rumah malam ini, lihat kondisinya seperti ini, mungkin besok atau malam nanti baru surut," ujarnya.

Dengan kondisi banjir yang selalu di alami warga Jalan balai membuat sebagian mereka masih meninggalkan trauma ketika hujan lebat.

"Kami berharap kondisi seperti ini bisa di atasi, pemerintah kota, agar warga tidak lagi kesusahan bila banjir seperti ini, cari langka yang nyata, jangan hanya rencana,"tegasnya.

Dua Rumah Anggota Dewan Terendam Banjir 

Banjir di sekitar rumah Susilawati di Kelurahan Gedung Nasional Kecamatan Taman Sari Pngkalpinang, Minggu (9/4/2017)
Banjir di sekitar rumah Susilawati di Kelurahan Gedung Nasional Kecamatan Taman Sari Pngkalpinang, Minggu (9/4/2017) (IST)

Sementara di kawasan Bukit Tani, Kecamatan Gerunggang, puluhan rumah warga juga terendam air.

Salah satu rumah yang ikut terendam adalah milik anggota DPRD Provinsi Babel, Rosdiansyah Rasyid.

Rosdiansyah mengatakan banjir yang terjadi di daerah ini selalu terjadi saat hujan turun.

Ia menilai Pemkot Pangkalpinang tak memiliki solusi untuk menyelesaikannya.

"Pemerintah kota tidak ada juga solusi untuk mengatasi banjir di Pangkalpinang, imbasnya masyarakat yang kena banjir," ujar Rosdiansyah.

Disebutkan anggota dapil Pangkalpinang ini, ada sekitar 50 rumah yang terendam air di dekat kediamannya.

Ia meminta pemkot segera turun dan menyelesaikan permasalahan banjir yang tak kunjung selesai.

"Saya kesal kalau musim hujan selalu banjir di Bukit Tani ini dan sampai sekarang solusi dari pemkot tidak ada, sampai saat ini ada sekitar 50 rumah yang terendam air," katanya.

Banjir selain merendam rumah Rosdiansyah Rasyid juga merendam rumah anggota DPRD Pangkalpinang lainnya , yaitu Ahmad Amir.

Anggota Komisi I dari PDI Perjuangan ini hanya melempar senyum saat ditemui di rumahnya di Kelurahan Ampui, Kota Pangkalpinang.

Dia tidak bisa berkata-kata apa lagi, ketika air dari rawa-rawa di samping rumahnya menyerbu masuk ke dalam tempat tinggalnya.

Anak, istri, saudara, tetangga dan dirinya berjibaku menyelamatkan barang-barang ke tempat lebih tinggi.

Mungkin Amir sudah merasa bosan karena rumahnya menjadi langganan banjir yang tak berkesudahan.

"Banjir kali ini lebih besar dari sebelumnya. Kalau hujan tidak berhenti, entah bagaimana lagi. Tadi cuma bisa angkat barang-barang ke tempat lebih tinggi. Nanti kalau agak surut, airnya disedot pakai mesin," kata Amir ditemani istri dan saudara-saudaranya yang lain.

Tampak kursi, kasur dan sejumlah barang-barang lainnya berserakan.

Air yang merendam seluruh bagian rumah termasuk dapur, selama dua jam belum ada tanda-tanda bakal surut.

Pada Senin (28/12/2015) lalu, rumah wakil rakyat ini juga pernah kebanjiran. Namun, ketinggian air tidak separah saat ini.

Kala itu, Amir hanya terduduk lemas di depan rumahnya. Dia mengaku letih usai mengangkat barang-barang di dalam rumah.

Lalu, musibah datang lagi pada Senin (8/2/2016). Air hujan yang tak terbendung di sebelah kediamannya meluap sampai ke rumah.

Lagi-lagi Amir saat itu justru merasa simpati terhadap rumah warga lain yang juga terkena banjir.

Ternyata di Ampui, tidak hanya rumah Amir saja yang terendam banjir. Tidak jauh dari rumahnya, ada beberapa rumah warga yang ketinggian air hingga setengah meter.

Bahkan, ada satu mobil Honda Jazz milik warga tak sempat diselamatkan dan terendam air.(*)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved