Pembudidaya Ikan Bangka Panen Ikan Sapil Perdana
Dinas Perikanan dan Unit Pelayanan Pengembangan (UPP) Perikanan Budidaya Kabupaten Bangka melaksanakan panen raya ikan Sapil
Penulis: edwardi | Editor: edwardi
Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi
BANGKAPOS.COM, BANGKA --Dinas Perikanan dan Unit Pelayanan Pengembangan (UPP) Perikanan Budidaya Kabupaten Bangka melaksanakan panen raya ikan Sapil atau Tembakang (Tambakan, Biawan) dan temu wicara pembudidaya ikan di Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Kelimpat Desa Riding Panjang Kecamatan Merawang, Selasa (11//4/2017).
Selain itu dilaksanakan juga bazar produk olahan makanan dari ikan air tawar, rumput lain, buah mangrove, umbi-umbian dan lainnya, serta atraksi pembuatan pellet/pakan ikan mandiri.
Juga penyerahan bantuan benih ikan secara simbolis dari perwakilan CSR PT Timah Tbk, Ali Syamsuri kepada petani pembudidaya ikan dan pelepasan penjualan ikan Sapil, Patin, Sepat Siam dan Gurame ke pedagang pengepul pasar Kota Pangkalpinang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bangka, H Fery Insani mengatakan budidaya ikan air tawar merupakan salah satu cara meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat. Hal ini merupakan salah satu program pemerintah Kabupaten Bangka yang mewujudkan masyarakat yang aktif, kreatif dan bisa menjadi keunggulan bagi daerah.
"Ini merupakan salah satu cara mewujudkan ekonomi kreatif masyarakat dengan membudidayakan ikan dan mengolahnya," kata Fery.
Dijelaskan Fery, masyarakat Bangka umumnya mengkonsumsi ikan laut karena daerah Bangka Belitung dikelilingi laut, namun sepuluh tahun belakangan ini, masyarakat Bangka juga telah terbiasa mengkonsumsi ikan air tawar.
"Dulu ikan air tawar seperti lele itu jika dijadikan pecel lele murah hanya sekitar Rp 2500, namun sekarang sudah naik harganya Rp 15 ribu," kata Fery.
Fery mengatakan, pemberian bantuan kepada masyarakat juga harus benar-benar ikhlas dilakukan dan harus menyentuh ke lapisan masyarakat.
"Kita harapkan bantuan dari PT Timah Tbk ini benar-benar bantuan yang sangat berarti dan PT Timah juga harus sepenuhnya ikhlas membantu," harapnya.
Sementara itu Direktur Pakan dan Obat Ikan Dirjen Budidaya KKP RI, Sarifin mengungkapkan prospek yang sangat bagus pasca penambangan timah di Bangka Belitung ini selain pertanian adalah perikanan.
"Manfaatkan kolong atau embung untuk perikanan, sehingga bernilai ekonomis tinggi," katanya.
Ia menjelaskan sesuai dengan instruksi Menteri Kelautan dan Perikanan, salah satu fokus pemerintah adalah menciptakan pakan mandiri.
"Tahun 2018 target kita untuk mewujudkan pakan mandiri ini," ujarnya.
Selain itu, Sarifin mengharapkan semua masyarakat khususnya pembudidaya ikan dapat melestarikan ikan-ikan asli Indonesia.
"Ikan-ikan kita perlu kita tumbuhkembangkan sebagai ikan lokal yang berkualitas," harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan, Ahmad Sapran menjelaskan, sektor perikanan di Kabupaten Bangka ini sangat menjanjikan dan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah.
"Kita panen ikan Sapil atau Tembakang, selain itu juga ada Nila, Gurami, Patin, sehingga bisa dikonsumsi dan dijual," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ikan-sapil_20170411_162718.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/iakn-sapil-2_20170411_163139.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ikan-sapil-3_20170411_163023.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/demo-pembuatan-pakan-ikan_20170411_163047.jpg)