Mantan Kadinkes Babel Hari Ini Jalani Sidang Terkait Korupsi Alkes

sebagian besar diketahui pengunjung rata-rata sahabat, kolega maupun kerabat tersangka (dr Hendra Kusuma Jaya) termasuk para dokter

Mantan Kadinkes Babel Hari Ini Jalani Sidang Terkait Korupsi Alkes
Bangkapos/Ryan Agusta
Suasana sidang Garuda gedung Pengadilan Negeri Pangkalpinang. Pelaksanaan sidang tipikor alkes RSUD Ir Soekarno terkesan molor. 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Sidang kedua perkara kasus tindak pidana korupsi (tipikor) proyek pengadaan alat-alat kesehatan (alkes) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ir Soekarno kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Pangkalpinang, Rabu (19/4/2017) siang.

Pantauan bangkapos.com di gedung PN Pangkalpinang sedianya jadwal sidang digelar pukul 09.00 wib, namun hingga pukul 11.00 wib pelaksanaan sidang kasus tersebut belum juga digelar.

Sementara dalam ruang sidang Garuda di gedung PN Pangkalpinang tampak sudah mulai terlihat para pengunjung.

Bahkan sebagian besar diketahui pengunjung rata-rata sahabat, kolega maupun kerabat tersangka (dr Hendra Kusuma Jaya) termasuk para dokter pun turut pula hadir.

Sementara tersangka (dr Hendra Kusuma Jaya) terlihat menggunakan rompi khusus dikawal petugas kejaksaan dan kepolisian saat mulai masuk ruang sidang (ruang Garuda).

Mimik wajah mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Babel itu terlihat pucat dan lusuh ketika memasuki ruang sidang setempat.

Meski begitu tersangka korupsi tersebut tampak didampingi pula oleh penasihat hukumnya (PH), Adistya Sunggara SH sedangkan jaksa penuntut umum (JPU) ikut menyidang perkara ini asal Kejati Babel diantaranya terlihat Sarfin SH.

Sebagaimana dalam berita sebelumnya disebutkan dalam perkara tipikor alkes RSUD Ir Soekarno yang terletak di Desa Air Anyir, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka bernilai Rp 17 M lebih bersumber dari dana APBD Tahun Anggaran 2012 namun dalam pelaksanaannya pihak kejaksaan menduga telah terjadi penyimpangan sehingga negara pun dirugikan mencapai angka sekitar Rp 3 M lebih.

Dalam perkara ini pun, tak cuma dr Hendra Kusuma Jaya ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Pidsus Kejati Babel namun seorang mantan stafnya, Herman Abdulah (PPTK) pun ditetapkan pula sebagai tersangka lainnya.

Sebelumnya pula dr Hendra Kusuma Jaya termasuk Herman Abdulah dijebloskan ke sel rumah tahanan Lapas Tuatunu Kota Pangkalpinang setelah sebelumnya sempat menjalani sidang perdana di gedung pengadilan setempat.

Kasus tipikor alkes RSUD ini pun terbilang cukup lama diusut tuntas oleh pihak Kejati Babel, bahkan terkesan penanganan perkara tipikor ini pun mangkrak hingga lebih dari 2 tahun. (rap)

Penulis: ryan augusta
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved