Unik! Nggak Nyangka Pintu Gerbang Ini Dibuat dari Kumpulan Tutup Botol Bekas

Tidak memerlukan waktu yang cukup lama untuk membuat gerbang yang terbuat dari triplek dan kayu ini.

Unik! Nggak Nyangka Pintu Gerbang Ini Dibuat dari Kumpulan Tutup Botol Bekas
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Gerbang Daur Ulang Sekolah Alam Bangka Belitung yang diresmikan dalam peringatan hari Bumi, Sabtu (22/4/2017).

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Memeringati Hari Bumi yang jatuh pada Sabtu (24/2/2017), Sekolah Alam Bangka Belitung (SABB) membuat gerbang dari bahan daur ulang yang berbentuk seperti globe didalamnya berbentuk peta Indonesia.

Gerbang yang terbuat dari tutup botol air minum kemasan ini dibuat oleh fasilitator dan siswa SSAB sebagai dasar untuk menempelkan kardus yang menunjukkan provinsi-provinsi di Indonesia.

Tidak memerlukan waktu yang cukup lama untuk membuat gerbang yang terbuat dari triplek dan kayu ini.

Baca: Kasihan Nagita, Ayu Ting Ting Bilang Raffi Ahmad Begini Ade Tidur Sama Siapa

"Gak lama kok bikinnya, kita gotong royong," kata seorang fasilitator SSAB, Sabtu (22/4/2017).

Gerbang daur ulang ini diresmikan langsung oleh asisten adiministrasi umum kota Pangkalpinang, Mulyaningsih dalam pembukaan kegiatan earth and book day event yang diselanggarakan sekolah Alam Bangka Belitung, dari Sabtu (22/4/2017) hingga Senin (24/2/2017).

Mulyaningsih mengapresiasi kegiatan yang dilakukan SABB dengan memeringati hari bumi dan hari buku sedunia.

Baca: Sekolah Alam Babel Peringati Hari Bumi dan Hari Buku Sedunia

Ia berharap kegiatan ini akan semakin meningkatkan kesadaran anak usia dini dan meningkatkan minat baca dan dmencintai lingkungan.

"Harti bumi ini untuk mengukur kepedulian kita kepada lingkungan, saat ini kerusakan lingkungan semakin sering terjadi dan selalu menjadi isu sentral yang menjadi persoalan bersama," kata Mulyaningsih dalam sambutannya.

Baca: Dzulfikar Pria Paling Beruntung, Gadis Italia Dibuatnya Tergila-gila Sampai Mau Dinikahi

Ia mengatakan kegiatan peringatan hari bumi dan juga hari buku ini bukan seremonial semata, melainkan juga mengingatkan pentingnya dua hal ini untuk meningkatkan peradaban manusia.

"Esensi peringatan hari buku, mempromosikan betapa pentingnya buku bagi peradaban dunia. Langkah awal dari diri sendir memilih bacaan dan paham akan buku yang kita baca, bukan sekedar membaca," katanya.

Penulis: krisyanidayati
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved