Pesan Sedih Diana Pada Calon Suaminya: Inget Ada Aku yang Harus Dihalalin

Kecelakaan beruntun yang terjadi di Jalur Puncak meninggalkan kisah sedih bagi pasangan Diana Simatupang dan Okta Riansyah.

Pesan Sedih Diana Pada Calon Suaminya: Inget Ada Aku yang Harus Dihalalin
Instagram
Diana Simatupang saat menemani Oktariansyah calon suaminya yang sakit. 

Handiga Pratama : jgn berburuk sangka dulu, siapa tau mas abdul ini hanya sebagai "perantara tanda", orang yg akan menemui ajal selalu memiliki pertanda.. bisa lewat apapun, bisa lewat siapapun. Wallahualam..

Aditya Bandono : Waduh kenapa gak jadi paranormal aja mas,manjur bener kata2nya....hati2 kalo berucap,memang lidah tak bertulang.sebagian besar dosa manusia emg dari ucapan

Bombo Mate : Yg punya abdul aza semoga bs menjelasin maksud dr komentarnya?

Belum ada balasan komentar lagi dari akun Abdoel za terkait komentar pertamanya itu.

status terakhir (Facebook)
status terakhir (Facebook) 

Diketahui, Diana dan Okta tewas setelah ditabrak bus di Tanjakan Selarong.

Mereka berencana menghabiskan akhir pekan bersama rekan-rekannya di sebuah vila di Puncak Bogor.

Mereka berdua bersama rombongan teman-temannya ‎mencoba untuk berwisata di daerah yang terkenal dengan kesejukannya itu menggunakan sepeda motor.

Namun, ternyata takdir berkata lain.

Dalam perjalanan, Diana dan Okta menjadi bagian dari korban tabrakan beruntun tersebut.

Berdasarkan penuturan teman dekat keduanya, Bambang, ia bersama rekan-rekannya sengaja berlibur ke Puncak dari Tangerang.

Rombongannya itu berjumlah sepuluh orang, terdiri dari satu mobil dan tiga motor.

Menurut Bambang‎, rombongan itu terpisah saat berangkat menuju vila yang mereka pesan.

"Jadi posisi yang barengan sama Okta (dan Diana, red)‎ itu saya doang. Yang satu lagi, masih nyusul. Dan yang mobil udah nyampe vila malah dia," kata Bambang, ketika TribunnewsBogor.com temui di RSUD Ciawi usai kejadian.

Bambang juga mengatakan bahwa kecelakaan yang merenggut dua sahabatnya itu terjadi ‎sangat cepat.

Ia juga mengatakan, memang saat sebelum kejadian, posisi motor Okta dan Diana ada di depannya dengan jarak cukup jauh.

"Saya buru-buru nyusul. Ternyata saya ngeliat jarak 100 meter, itu ada bus udah ngebul. Kata saya ada apa ini, saya parkir dan tinggalin motor saya. Saya lari ke sana, saya lihat ada temen saya atau tidak," kata Bambang.

Awalnya, ia sempat lega karena dirinya tidak menemukan teman-temannya yang dikhawatirkan menjadi korban.

Kemudian Bambang mengajak istrinya untuk langsung ke atas, berharap teman-temannya itu sudah di atas dan tidak menjadi korban.

Namun, ketika Bambang melewati bagian belakang bus penyebab kecelakaan itu, ia mendapati sesuatu yang tidak ia harapkan.

Bambang melihat kalau sahabatnya itu, Okta sudah terbaring di jalan dan meninggal di tempat.

Sedangkan Diana dalam keadaan kritis.

"Ketika saya ngelewatin belakang bus, jarak sepuluh meter, ternyata temen saya udah meninggal yang Oktariansyah‎, kalo Diana sempet napas di situ," ungkap Bambang dengan lirih.

Oktariansyah meninggal di tempat kejadian, sedangkan Diana Simatupang meninggal di RSUD Ciawi.

Mereka berdua merupakan dua dari empat korban tewas dalam tabrakan maut di Turunan Slarong.

Motor Okta dan Diana tertabrak secara beruntun setelah sebuah mobil bus pariwisata dari arah Puncak melaju turun kencang karena kondisi rem blong.

(Tribun Medan/Fahrizal Fahmi Daulay)

Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved