Gadis Lesbi Bingung Divonis 7 Tahun Penjara, Ditanya Hakim Malah Nggak Ngerti

gadis lesbi yang sedari tadi hanya tertuntuk duduk di kursi pesakitan, malah tampak kebingungan. Kepalanya 'celingak-celinguk' menoleh

Gadis Lesbi Bingung Divonis 7 Tahun Penjara, Ditanya Hakim Malah Nggak Ngerti
Bangkapos/Fery Laskari
Terdakwa Dewiyanti alias Dewa menundukan kepala saat Ketua Majelis Hakim Pengadilalan Negeri (PN) Sungailiat, Jonson Parancia membacakan amar putusan, Selasa (25/4/2017). Hakim yakin gadis lesbi ini terbukti berasalah dan menjatuhkan vonis tujuh tahun penjara padanya. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Dewiyanti alias Dewa (23), hanya menundukan kepala saat Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, Jonson Parancis membacakan amar putusan.

Vonis tujuh tahun penjara pun ditetapkan bagi si gadis lesbi penyuka sesama jenis itu. Ironisnya, sang terpidana tak mengerti apa yang menimpanya.

"Menyatakan terdakwa Dewiyanti alias Dewa terbukti bersalah melakukan tindak pidana menggunakan tipu muslihat, serangkaian kebohonngan melakukan perbuatan cabul secara berlanjut. Menjatuhkan pidana tujuh tahun penjara kepada Terdakwa Dewiyanti alias Dewa," tegas Ketua Majelis Hakim PN Sungailiat, Jonson Parancis di persidangan terbuka, Selasa (25/4),

Jonson juga mengharuskan Terdakwa Dewiyanti alias Dewa membayar denda Rp 100 juta, atau menggantikannya (subsider) dengan masa kurungan selama tiga bulan.

Majelis hakim yakin, terdakwa melanggar Pasal 82 Ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang perlindungan anak, junto Pasal 64 KUHP.

"Hal-hal yang memberatkan, bahwa perbuatan (pencabulan) Terdakwa Dewiyanti alias Dewa telah merusak masa depan korban. Hal-hal yang meringankan, bahwa Terdakwa Dewiyanti alias Dewa, belum pernah dihukum," tegas Jonson.

Usai membacakan amar putusan, Jonson memberikan kesempatan pada Terdakwa Dewiyanti untuk menyatakan sikap.

Namun yang terjadi, gadis lesbi yang sedari tadi hanya tertuntuk duduk di kursi pesakitan, malah tampak kebingungan. Kepalanya 'celingak-celinguk' menoleh ke kanan dan ke kiri, seolah kebingungan.

"Ape pak? Ku dak nenger (apa pak? Saya tidak dengar isi putusan)," katanya, menjawab seadanya.

Halaman
1234
Penulis: ferylaskari
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved