Ini Langkah Gubernur Terpilih Untuk Meningkatkan Harga Karet

Gubernur Babel terpilih, Erzaldi Roesman menyebutkan permasalahan harga karet terjadi sejak lama.

Ini Langkah Gubernur Terpilih Untuk Meningkatkan Harga Karet
Istimewa
Caption: Erzaldi Roesman mengunjungi Balai Penyuluhan Kecamatan Namang, Bangka Tengah. (Ist) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Evan Saputra

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Gubernur Babel terpilih, Erzaldi Roesman menyebutkan permasalahan harga karet terjadi sejak lama.

Ia melihat ada beberapa permasalahan yang harus dipecahkan.

"Dengan karet ini memang kita menghadapi dua permasalahan, permasalahan internal di bangka, Belitung tidak begitu karena karetnya lebih bersih dibandingkan bangka, kita menghadapi kondisi karet dunia yang kebutuhannya menurun disamping prouksi cina berlebihan, meraka menanam karet jutaan hektar, dan memang tugas pemerintah karet harus mahal," kata Erzaldi, Selasa (25/4/2017).

Erzaldi mengatakan saat ini di Bangka kualitas karet yang kurang baik. Hal ini dikarenakan, petani yang masih memakai tawas.

"Kita mendapat permasalahan karet kita Babel masih memakai tawas, tapi harus di ingat karet pakai tawas ini tidak kompetitif kalau petani kita tetap pakai tawas sangat sulit harga karet naik. Berapa pengusaha gagal ekspor karena karet Bangka, memang karet pakai tawas dibutuhkan tapi sedikit," bebernya.

Erzaldi mengungkapkan sudah memiliki langkah untuk menaikan harga karet. Jika para petani menginginkan harga karet naik, petani harus beralih dari tawas ke cuka. Ia menyebutkan akan memanggil seluruh perusahaan di Babel untuk mensosiliasikan hal ini supaya harga karet Bangka membaik.

"Kalau kita mau meningkatkan harga karet, beralih dari tawas ke cuka. Kalau sudah tetap, kita mensosiliasikan petani pakai cuka karet, bekerja sama dengan pabrik, untuk memberikan harga yang lebih, semua kita panggil, ketapang dan petaling, penampung juga, jangan menyengsarakan petani, karena mereka harus mengajari cara yang benar," ujarnya.

Selain itu, Erzaldi menyebutkan selain beralih dari tawas ke cuka, dirinya akan membuat home industri yang berbahan baku dari karet. Dengan begini karet akan terserap cepat dengan produksi yang baik, dan harga akan membaik.

"Kalau mau nambah harga lagi, kita mengkaji khusus prodak karet ini dihilirisasikan, kita buat kasut dari karet berbentuk home industurnya bisa di Babel, semisal bahan jadi, tapi ingat listirk harus siap, jangan PLN tidak komitmen dan kosisten, bilang surplus tapi masih hidup mati," katanya.

Penulis: Evan
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved