Nurul Arifin Pastikan Tidak Ada Munaslub Terkait Isu Penetapan Tersangka Setya Novanto

Juru Bicara Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto, Nurul Arifin menegaskan tidak akan ada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar.

Nurul Arifin Pastikan Tidak Ada Munaslub Terkait Isu Penetapan Tersangka Setya Novanto
Lutfy Mairizal Putra
Ketua Umum Golkar Setya Novanto 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Juru Bicara Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto, Nurul Arifin menegaskan tidak akan ada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar.

Meski Novanto sudah dicekal terkait kasus dugaan korupsi KTP elektronik Partai Golkar tetap solid menyokong Setya Novanto sebagai Ketua Umum.

"Tidak ada munaslub. Semua solid di belakang Ketua Umum Setya Novanto. Jangan menghakimi sebelum ada keputusan apapun," ujar Nurul.

Pernyataan Nurul tersebut merespon adanya gejolak di internal partai berlambang pohon beringin yang menghendaki konsolidasi mengarah ke Munaslub apabila KPK menetapkan Setya Novanto menjadi tersangka kasus dugaan korupsi E-KTP.

Terlebih lagi kata Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Partai Golkar Yorrys Raweyai, elektabilitas Partai Golkar tergerus akibat sang Ketua Umum Setya Novanto terseret kasus dugaan korupsi e-KTP.

Ia menuturkan elektabilitas partainya stabil di kisaran 9 persen usai pemilihan presiden tahun 2014.

Kemudian, elektabilitas tersebut naik saat partai Golkar memutuskan memberikan dukungan kepada Presiden Joko Widodo.

"Setelah Munaslub 14-16 Mei 2016 dengan memberikan dukungan kepada Jokowi untuk 2019 maka elektabilitas Golkar dalam waktu ke waktu naik cukup signifikan," kata Yorrys.

Elektabilitas Golkar mencapai 15 persen saat mendukung Jokowi di 2019. Namun, elektabilitas itu kemudian menurun setelah mencuat kasus e-KTP.

Kasus yang merugikan negara Rp 2,3 triliun itu menyeret nama Setya Novanto.

Halaman
123
Editor: Alza Munzi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved