Perda Penyangga Harga Karet Tak Pengaruh, Harga Karet Tetap Anjlok

Perda ini tidak berkutik menghadapi harga karet saat ini. Perda penyangga karet hanya sebatas komoditas politik kelompok tertentu.

Perda Penyangga Harga Karet Tak Pengaruh, Harga Karet Tetap Anjlok
net
Ekspor Karet Meningkat, Tapi Nilainya Turun ilustrasi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA, --Analis Kebijakan Publik Babel, Bambang Ari Satria, menyatakan seharusnya dengan adanya Perda Penyanga Karet yang telah dibuat tempo hari, bisa memberikan harapan harga tinggi kepada petani karet di Babel.

Tetapi apa yang terjadi, disaat sekarang harga karet turun cukup drastis, perda penyangga karet tidak bisa berbuat banyak.

“Tampaknya perda penyangga karet ini tidak memiliki pengaruh sedikit pun untuk menjaga harga karet di Babel. Istilahnya Perda ini tidak berkutik menghadapi harga karet saat ini. Perda penyangga karet hanya sebatas komoditas politik kelompok tertentu. Kemarin ketika harga karet naik, katanya berkat perda penyangga harga karet. Sekarang ketika harga karet turun, malah perda penyangga karet tidak berkutik,” ujar Bambang.

Apakah perda tersebut sudah bisa diimplementasikan? Tentu, sudah bisa, kata Bambang. Pasalnya ketentuan penutup menyebutkan Perda mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Perda itu diundangkan tanggal 13 Februari 2017. Yang belum selesai sekarang adalah Pergubnya.

Kemungkinan Pergub tidak akan muncul melihat Perda yang terkesan tanpa pertimbangan komprehensif.

“Sangat keliru ketika stabilitas harga karet petani bisa dijaga lewat perda penyangga harga karet. Ini termuat dalam pasal 3 perda tersebut. Harga karet itu ditentukan dunia, bukan perda. Jadi sebenarnya jadi pertanyaan masyarakat petani karet, dimana taringnya Perda Penyangga Karet?,” tanya Bambang.

Terkait munculnya wacana untuk mensubsidi harga karet ketika turun, menurut Bambang itu sebenarnya akal-akalan saja.

Tidak ada satu pasal pun dalam perda menyebutkan subsidi harga tersebut.

“Ada penyimpangan komunikasi antara elit dengan petani. Sementara, petani masih menunggu kapan realisasi subsidi itu diimplementasikan,” tukas Bambang. (*)

Editor: Hendra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved