Mendra Sebut Ada Atlet dari Honorer tak Dibayar Gaji Tiga Bulan

atlet untuk bertanding di event Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Babel 2018 nanti 80 persen dari kalangan pelajar

Mendra Sebut Ada Atlet dari Honorer tak Dibayar Gaji Tiga Bulan
bangkapos.com/Nurhayati
Koni audensi dengan Wabup Bangka 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FKPTI) Kabupaten Bangka, Mendra Kurniawan mengatakan atlet untuk bertanding di event Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Babel 2018 nanti 80 persen dari kalangan pelajar. Selain itu sisanya beberapa honorer daerah dan juga Satpol PP Kabupaten Bangka.

Diungkapkan Mendra ada atlet dari honorer daerah, yang gajinya tidak dibayar oleh Pemkab Bangka selama tiga bulan. Alasan Pemkab Bangka karena melalaikan tugas. Mendra yang juga Wakil Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bangka ini harus turun tangan menyelesaikan persoalan ini agar gaji tenaga honorer tersebut dibayar oleh Pemkab Bangka.

Menurutnya, honorer tersebut harus mengikuti latihan untuk persiapan porprov nanti.

"Selama ini ada miss antara KONI dan Pemkab Bangka. Ada tenaga honorer yang jadi atlet untuk menghadapi porprov. Alhamdulillah tiga bulan tidak dapat gaji karena dianggap melalaikan tugas. Saya terpaksa menggunakan pin (lambang DPRD-red) saya datang ke DPPKAD dan sekda untuk menyelesaikannya. Kami berharap honorer ini bisa diberikan keleluasaanlah misalnya tetap bekerja walaupun datang jamnya agak molor dan satpol juga diberi waktu agar mereka bisa bekerja tetapi tetap fokus latihan," ungkap Mendra yang juga menjadi Komandan Monitoring dan Evaluasi Pelatda KONI Bangka, ketika Pengurus KONI Kabupaten Bangka melakukan audensi dengan Wakil Bupati Bangka Rustamsyah, Rabu (26/4/2017) di Ruang Kerja Wakil Bupati Bangka.

Begitu juga dengan pelajar, dimana atlet sering kali tidak bisa ikut latihan karena berbenturan pada jam sekolah. Padahal untuk kategori pelajar, KONI sudah buat MoU dengan dinas pendidikan bersama dinas pemuda dan olahraga bahwa atlet PON dan Porprov diberikan keleluasaan. "Kepala sekolah bilang silahkan tapi nilainya ikak urus sendiri," sesal Mendra.

Dikatakannya dari pihak orang tua atlet, sebenarnya tidak keberatan hanya permasalahnya bagaimana sekolah anak mereka.

"Kami mohon pemkab beri solusi. Anak harus ikut pelatdanya seperti di SMAN kegiatan belajar sehari penuh full day pulang jam 04.00 kepsek tidak beri izin tapi ketika membawa nama sekolah sekolah pihak sekolah antusias memberikan keleluasaan tapi ketika bawa nama kabupaten mereka tidak mau. Kemarin kejadian di pencak silat dari kepsek tidak memberikan lampu hijau tapi ketika O2SN anak diplot. Padahal Ini untuk kegiatan prov. Ini krusial sekali," sesal Mendra.

Untuk itu ia berharap kejadian seperti ini tidak terulang karena baik dari pemerintah daerah dan pihak sekolah bisa memberikan keleluasaan demi meraih prestasi dan mengharumkan nama Kabupaten Bangka.

Ia juga menyarankan agar atlet pelajar misalnya dari kecamatan lain seperti dari Belinyu jika ikut pelatda bisa bersekolah di Sungailiat agar mereka tetap bisa bersekolah.

Diakuinya dalam kegiatan tim monev ini akan banyak laporan ketika KONI tidak bisa memberangkat atlet untuk bertanding karena yang ada skala prioritas.

"Jika ada pengaduan dibuat sebelah pihak kami minta wabup mengklarifikasi karena yang layak kita berangkatkan itu yang kami berangkatkan. Kita butuh prestasi untuk meningkatkan prestise Kabupaten Bangka," tegas Mendra.

Menurutnya komunikasi tetap jalan utama mengatasi permasalahan yang terjadi dalam KONI ini.

Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved