Tradisi di Klaten, Kepala Dinas Harus Setor Uang ke Bupati Sebesar Ini

Total uang syukuran yang disimpan di dos sebanyak Rp 1,910 miliar. Uang tersebut didapat dari SOTK.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Bupati Klaten Sri Hartini 

"Saat itu saya tidak memanggil Kepala Dinas Pendidikan, namun yang saya panggil Bambang. Waktu itu saya tidak tahu cuma dari dinas saya serahkan ke Bambang," ujarnya.

Bambang dipanggilnya pada November 2016 membicarakan terkait SOTK baru. Bambang diminta untuk melaporkan jabatan yang kosong dan segera diisi.

Lalu pada Desember Bambang menyerahkan nama-nama kandidat yang akan menduduki jabatan yang kosong.

"Saya tidak bilang kepada Bambang siapa yang berminat menduduki jabatan tersebut. Intinya karena SOTK baru tolong dari Dinas Pak Bambang nanti siapa yang mau menduduki jabatan itu. Untuk memutuskan saya menggunakan Baperjakat," ujarnya.

Menurut dia, Bambang pernah mendatanginya dengan membawa uang. Seingatnya, terakhir kali uang tersebut diserahkan saat KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan.

Uang yang diserahkan tersebut satu diantaranya merupakan dana dari Suramlan.

"Saya cuma dengar nama Ramlan dari usulan Bambang. Jumlah uang yang diajukan Bambang pertama Rp 100 juta, kedua Rp 70 juta, dan uang dari Ramlan Rp 200 juta."

"Saat itu belum menyampaikan jumlah syukuran. Total uang yang diserahkan Bambang Rp 270 juta. Uang itu dari Dinas Pendidikan," ujarnya.

Besaran uang yang diserahkannya tersebut bukan inisiatifnya melainkan ide dari Bambang.

Terkait uang dari Suramlan, pertama kali uang tersebut diserahkan pada Desember 2016 sejumlah Rp 100 juta digunakan untuk promosi Kabid SMP.

Halaman
123
Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved