Didit Srigusjaya: Perda Penyangga Harga Karet Solusi Bantu Petani Babel

Solusi dalam jangka pendek untuk meningkatkan pendapatan petani karet di Bangka Belitung disaat harga terpuruk adalah Perda No 1 Tahun 2017

Didit Srigusjaya: Perda Penyangga Harga Karet Solusi Bantu Petani Babel
ist
Ketua DPRD Babel‎ Didit Sri Gusjaya saat menjadi narasumber di UBB, Rabu (26/4/2017). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Solusi dalam jangka pendek untuk meningkatkan pendapatan petani karet di Bangka Belitung disaat harga terpuruk adalah Perda No 1 Tahun 2017 tentang Penyangga Harga Karet.

Hal ini disampaikan Ketua DPRD Babel Didit Sri Gusjaya saat menjadi narasumber seminar pembangunan pertanian dengan tema "Polemik dan Lika-Liku Harga Karet" yang digelar jurusan Agribisnis Universitas Bangka Belitung.

Hadir juga Ir Zola Lienna dari Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Babel, Perwakilan PT Karini Utama, Azhar dan perwakikan asosiasi petani karet dan ratusan civitas akademik Universitas Bangka Belitung.

Didit Sri Gusjaya menjelaskan tugas DPRD Bangka Belitung sudah selesai saat mengesahkan Perda No 1 tahun 2017 tentang Penyangga Harga Karet.

"Bola saat ada di tangan eksekutif untuk segera mengimplementasikan Perda tersebut. Masalah nanti besaran anggaran yang akan digunakan untuk mengimplemtasi Perda ini mari kita duduk bersama. Ya prediksi saya paling lama bisa dilaksanakan pada tahun anggaran 2018 mendatang," papar Didit, Rabu (26/4/2017).

"Saya ingatkan jangan dulu kita menilai Perda ini akan memberatkan keuangan daerah, dibahas saja belum kok kita sudah menilai keuangan akan bermasalah. Mari kita optimis saja ini akan memberikan kebaikan bagi petani karet," tutur Didit.

Produksi karet di Bangka Belitung rata-rata 56.000-an ton, jika penyangganya Rp 2.000 atau Rp 1.500 / Kg, maka pemda membutuhkan Rp 112 -120 miliar.

Dana itupun, menurut Didit, tidak akan terpakai jika nanti harga karet dunia sudah kembali membaik.

"Inikan masalah political will saja. Ada tidak niat untuk membantu petani karet kita. Untuk itu saya luruskan fungsi utama Perda ini adalah bukan untuk mengintervensi harga karet di tingkat global. Tapi Perda ini untuk menambah penghasilan petani karet dengan konsep penyangga," ungkap politisi PDI Perjuangan ini.

"Saya tidak sepakat dengan pendapat seorang pengamat yang mengatakan Perda ini tidak berdaya. Saya ingin luruskan Perda ini bukan tidak berdaya tapi belum bisa dieksekusi karena anggaran belum ada. Saya minta kepada pengamat mari amati situasi secara objektif dan jangan tendensius. Kami di DPRD Babel ini ingin membantu petani saat harga turun. Bagaimana mau diimplemtasikan Perda kalau anggarannya saja belum tersedia, Pergubnya juga belum diteken. Maka petani harus sedikit bersabai sampai anggaran tersedia," jelas Didit.

Halaman
12
Editor: Alza Munzi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved