Pengguna Twitter Naik 9 Juta, Instagram Kian Agresif
Twitter mencatat penambahan angka pengguna aktif bulanan sebanyak 6 persen atau 9 juta, tertinggi sejak 2015.
BANGKAPOS.COM - Twitter dikenal mengalami kesulitan menambah jumlah penggunanya.
Namun, penyedia layanan micro-blogging tersebut belakangan melaporkan adanya pertumbuhan pengguna yang signifikan.
Dalam laporan keuangan kuartal I 2017 yang dirilis pekan ini, Twitter mencatat penambahan angka pengguna aktif bulanan sebanyak 6 persen atau 9 juta, tertinggi sejak 2015.
Jumlah pengguna Twitter secara keseluruhan kini mencapai 328 juta.
Twitter turut melaporkan kenaikan jumlah pengguna aktif harian (daily active user) sebesar 14 persen dibanding kuartal yang sama tahun lalu.
Jumlah persisnya dari persentase tersebut diumumkan.
Harga saham Twitter mengalami kenaikan sebesar 11 persen menyusul rilis laporan keuangan yang bersangkutan.
Meski jumlah penggunanya menanjak, pendapatan Twitter justru tercatat menurun sebesar 7,8 persen menjadi 548,3 juta dollar AS, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Recode, Kamis (27/4/2017).
Penurunan revenue ini merupakan yang pertama kalinya terjadi sejak Twitter melakukan pelepasan saham perdana pada 2013 lalu.
Di sisi lain, Instagram juga merilis laporan dalam waktu yang berdekatan dengan Twitter.
Layanan photo sharing milik Facebook itu menambah 100 juta pengguna dalam waktu 4 bulan.
Jumlah pengguna Instagram kini mencapai 700 juta.
Kian Agresif, Instagram Kini Dipakai 700 Juta Orang dalam Sebulan
Kuartal pertama 2017 mencatat pertumbuhan pengguna aktif Instagram yang paling agresif sepanjang sejarah layanan berbagi foto itu.
Saat ini jumlah pengguna aktif bulanan alias monthly active user (MAU) Instagram mencapai 700 juta.
Sebelumnya, pada Desember 2016, MAU Instagram sudah tembus 600 juta pengguna.
Artinya, ada kenaikan 100 juta MAU baru dalam periode empat bulan, sebagaimana dilaporkan Recode dan dihimpun KompasTekno, Kamis (27/4/2017).
Sebagai ilustrasi, Instagram membutuhkan waktu enam bulan untuk melompat dari 500 juta MAU ke 600 juta MAU.
Pada periode yang lebih awal, Instagram menghabiskan sembilan bulan untuk menaikkan MAU dari 400 juta ke 500 juta.
Menilik jauh ke belakang pada masa awal Instagram dibentuk, layanan itu bahkan membutuhkan waktu tiga tahun untuk memperoleh 100 juta MAU, yakni dari 2010 hingga 2013.
CEO Facebook ( Instagram kini bagian dari Facebook), Mark Zuckerberg sampai mengucapkan selamat secara khusus melalui akunFacebook-nya.
Pertumbuhan pengguna yang semakin laju digadang-gadang tak lepas dari gencarnya Instagram memperbarui layanannya.
Fitur InstagramStories yang menyontek Snapchat bisa dibilang sebagai salah satu yang mendorong penetrasi MAU.
Ini tentu merupakan kabar baik bagi Facebook selaku perusahaan induk.
Perusahaan yang didirikan Mark Zuckerberg itu digadang-gadang sebagai raksasa jejaring sosial dengan membentuk dinastinya sendiri.
Pasalnya, layanan inti Facebook sendiri sekarang sudah punya 1,9 miliar MAU.
Lalu disusul Messenger dan WhatsApp yang masing-masing sekitar 1,2 miliar MAU.
Instagram memang masih paling bawah namun tren pertumbuhannya memberikan harapan akan masa depan bisnis yang lebih cerah.
(Kompas.com/Oik Yusuf/Fatimah Kartini Bohang)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ilustrasi-twitter-and-blackbarry_20150615_105944.jpg)