Jadi Penyumbang Terbesar Pendapatan Rumah Sakit, Jangan Remehkan Pasien BPJS

Pasien BPJS jangan diremehkan atau disisihkan karena pasien BPJS lah menjadi penyumbang terbesar bagi Rumah Sakit Medika Stania

Jadi Penyumbang Terbesar Pendapatan Rumah Sakit, Jangan Remehkan Pasien BPJS
bangkapos.com/Nurhayati
Direktur Rumah Sakit Medika Stania dr Khairul Saleh memberikan potongan nasi tumpeng kepada Plt Direktur Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang Sufiati saat peringatan Hari Ulang Tahun Rumah Sakit Medika Stania, Jumat (28/4/2017) di Rumah Sakit Medika Stania. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Direktur Rumah Sakit Medika Stania dr Khairul Saleh SPPd mengingatkan staf maupun petugas medis agar tidak meremehkan para pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sejahtera (BPJS) kesehatan saat datang berobat.

Menurutnya para pasien harus dilayani dengan baik karena 80 hingga 90 persen pasien di Rumah Sakit Stania ini dibiayai dari BPJS.

"Pasien BPJS jangan diremehkan atau disisihkan karena pasien BPJS lah menjadi penyumbang terbesar bagi Rumah Sakit Medika Stania ini. Pasien BPJS sekitar 80 sampai 90 persen di Rumah Sakit Medika ini," tegas Khairil dalam sambutannya pada peringatan HUT Rumah Sakit Medika Stania ke 12 tahun, Jumat (28/4/2017) di Ruang Pertemuan Rumah Sakit Medika Stania.

Dia berpesan agar para staf maupun petugas medis di Rumah Sakit Medika Stania harus melayani para pasien dengan hati. Pasalnya rezeki yang diberikan Allah untuk rumah sakit ini berasal dari para pasien.
"Rezeki ini dari Allah bukan dari kerja keras kita, rezeki ini dikucurkan Allah, dialir dari pasien, diperantari Allah dari pasien yang datang. Jadi kita harus memberikan pelayanan yang baik. Kalau dikomplin pasien kita jangan marah, harus lebih sabar, lebih iklas dalam pelayanan. Jangan motto saja melayani dengan sepenuh hati tapi ketika dikomplin pasien kita malah marah. Kalau dikomplin pasien kita harusnya minta maaf duluan entah itu benar atau salah apa yang dikomplinkan itu," nasehat dokter spesialis penyakit dalam ini.

Diakuinya pada tahun 2016 kondisi keuangan di Rumah Sakit Medika Stania saat terpuruk. Ketika ia diangkat menjadi Direktur Rumah Sakit Medika Stania, pada bulan Agustus 2016, walaupun dalam kondisi sedang sakit dia menerima tanggung jawab itu.

Ia memikirkan ada 300 karyawan di Rumah Sakit Medika Stania ini yang mengantungkan hidupnya pada keberadaan rumah sakit ini. "Apapun yang terjadi saya hadapi, rezeki dari Allah," ungkap Khairul.

Namun karena yakin akan kebesaran Allah berlahan-lahan saat ini kondisi keuangan Rumah Sakit Medika Stania mulai stabil kembali. Bahkan RS Medika Stania berhasil membukukan keuntungan Rp 100 juta, walaupun masih ada hutang dari BPJS sebesar Rp 300 juta.

Untuk itu, ia juga mengajak para karyawan dan petugas medis Rumah Sakit Medika Stania untuk rajin bersedekah. "Sedekah tidak akan menyebabkan kita miskin," pesan Khairul yang juga mengajak staf dan petugas medis di Rumah Sakit Medika Stania yang beragama Islam agar rajin menunaikan sholat duha.

Plt Direkrut RSBT Sufiati memuji kemampuan dr Khairul Saleh bisa membangkitkan kembali keterpurukan keuangan yang dialami Rumah Sakit Medika Stania.

Walaupun dalam kondisi saat itu sedang sakit, tetapi dr Khairul masih bisa mengatasi kondisi keuangan di Rumah Sakit Medika Stania.

"Saya bersyukur Rumah Sakit Medika Stania mulai bertumbuh dari laporan keuangannya alhamdulillah tidak lagi minus, ini berkat kerja keras dan iringan ridho Allah. dr Khairul mampu membangkit kembali Rumah Sakit Medika yang terpuruk. Alhamdulillah dengan rasa tanggung jawab yang besar dan loyalitas dr Khairul dalam kondisi sakit mau menjadi Direktur Rumah Sakit Medika. Bukan hal gampang merubah dari keterpurukan sampai sebesar ini," ungkap Sufiati.

Peringatan Hari Ulang Tahun Rumah Sakit Medika Stania ke 12, dirayakan secara sederhana. Bahkan dalam perayaan HUT Rumah Sakit Medika ini mengundang Ustadz Rizal untuk memberikan tausyiah. Pada kesempatan ini juga dilakukan zikir dikalangan internal karyawan dan petugas medis yang beragama Islam di Rumah Sakit Medika Stania.

Puncak HUT Rumah Sakit Medika Stania ini ditandai dengan pemotongan nasi tumpeng oleh dr Khairul Saleh didampingi istri dan pelantikan Ikatan Karyawan Rumah Sakit Medika Stania.

Sebelumnya dalam rangkaian Peringatan HUT Rumah Sakit Medika Stania juga dilakukan kegiatan donor darah, bakti sosial dengan memberikan sembako bagi kalangan warga tidak mampu dan juga lomba gaple untuk kalangan internal karyawan.

Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved