Pembubaran Koperasi Kewenangan Kementerian

Yurisman mengatakan pihaknya tahun ini mengusulkan 75 koperasi untuk dibubarkan, karena dinilai sudah tidak aktif lagi.

Pembubaran Koperasi Kewenangan Kementerian
BANGKAPOS.COM/KRISYANIDAYATI
Kasi kelembagaan dan perizinan dan koperasi dinas koperasi dan UMKM Babel, Yurisman. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kasi kelembagaan dan perizinan dan koperasi dinas koperasi dan UMKM Babel, Yurisman mengatakan pihaknya tahun ini mengusulkan 75 koperasi untuk dibubarkan, karena dinilai sudah tidak aktif lagi.

"Yang sudah kita usulkan ke kementrian itu 75, tapi ini belum ada SK pembubarannya, karena sekarang ini pembentukan maupun pembubaran koperasi ini wewenangnya di kementrian," ujarnya ditemui Bangka Pos, Rabu (3/5/2017).

Ia menilai koperasi yang berdiri di Babel masih sebatas koperasi kebijakan, bukan keinginan untuk mengelola koperasi dan memberikan keuntungan kepada anggotanya. Hal itulah yang disayangkan, jadi koperasi hanya aktif saat akan menerima bantuan. Bahkan tak jarang, saat ini unit usaha koperasinya sudah tak berjalan lagi. Idealnya koperasi dibentuk atas dasar kepentingan bersama.

"Banyak orang membentuk koperasi karena kebijakan, misalnya ada bantuan sarana dan prsarana kapal perikanan dan kelautan, baru mereka bikin, atau kelompok apa, ini kan sebagai sebuah syarat, habis itu koperasinya gak dikelola lagi," katanya.

Ia tak memungkiri ada beberapa persoalan yang membuat koperasi di Babel banyak yang tidak aktif, seperti lemahnya pengetahuan sdm atau pengurus koperasi, permodalan, dan kurangkeberpihakannya pemerintah khususnya kementrian.

"kompetensi sdm pengurus lemah dan ini menjadi masalah. Persoalan lain itu modal, dan kurangnya keberpihakan pemerintah misalnya gini dulu bantuan itu harus disalurkan melalui koperasi, kalau sekarang kan bisa melalui gapoktan," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya pembinaan. Namun hal ini tidak berpengaruh terlalu besar. Dikatakannya, ada beberapa koperasi yang sudah berhasil dan menghasilkan anggota.

"Kita sudah upayakan dengan pelatihan, tapi banyak yang masih menjadikan ini sebagai sampingan, tapi ada banyak juga yang sudah sukses," katanya.

Penulis: krisyanidayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved