Kisah Mang Isa Menaklukan Buaya Pemakan Manusia
Buaya ini buangan dari daerah lain, bukan buaya Sungai Perimping. Saat ditangkap, semua giginya juga sudah habis
Laporan Wartawan Bangka Pos, Riyadi
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pawang buaya dari Desa Pangkalniur, Isa mengisahkan, butuh waktu tiga jam untuk bisa menangkap buaya itu.
Mulai dari memasang pancing sampai bisa menangkap buaya ini, butuh waktu selama tiga hari.
"Hari ini (Rabu 3/5/2017) hari ketiga, yang nangkap cuma kami bertiga, buaya ini kami tangkap karena banyak warga resah, nelayan resah sering diganggu buaya itu," kisah Isa (56) kepada bangkapos.com di Dusun Buhir Desa Berbura Kecamatan Riausilip , Rabu (3/5/2017) petang.
Setelah memakan umpan pancing, buaya itu langsung ditarik ke darat dan tidak melawan atau berontak.
Meskipun tidak berontak, tiga penangkap buaya ini, tetap waspada.
Agar bisa diikat, ada yang menduduki kepala dan menutup mata buaya, lalu mengikat moncongnya.
Empat kakinya, masing-masing diikat menyatu dengan badannya.
"Alhamdulillah pas kami naikkan ke darat, buaya ini sudah lemas, karena banyak bergerak saat makan umpan dan kita tarik ke darat, kami butuh waktu tiga jam untuk membuat buaya ini tidak bergerak lagi atau tidak membahayakan lagi, kami tidak sampai bergulat dengan buaya pas mau menangkap hingga mengikatnya," ujar Isa.
Buaya itu ditangkap di Air Ngelandut Dusun Sinar Gunug Desa Riau (bukan Dusun Bernai Desa Berbura) Kecamatan Riausilip.
Buaya itu, ditangkap Isa dan Jambi, warga Desa Pangkalniur dan Azwar, warga Dusun Buhir.
Ompong
Pawang buaya dari Desa Pangkalniur Kecamatan Riausilip, Isa menyebutkan, buaya yang ditangkap adalah buaya buangan dari daerah lain, bukan buaya Sungai Perimping.
Saat ditangkap, semua giginya juga sudah habis.
"Kalau gigi sudah habis begitu, artinya buaya ini sudah sering melukai orang, setiap melukai orang, maka akan tanggal satu giginya itu cirinya, ya buaya ini sudah sering melukai orang, karena semua giginya sudah habis, kalau belum pernah menyakiti orang giginya pasti masih utuh," jelas Isa kepada bangkapos.com, Rabu (3/5/201) di Dusun Buhir Desa Berbura Kecamatan Riausilip.
Mengenai ukuran buaya, Isa menyebutkan, panjangnya sekitar 3-4 meter dan beratnya sekitar 300 kilogram.
Untuk mengangkat buaya dari Air Ngelandut sampai ke jalan besar, juga harus dipikul oleh beberapa orang, termasuk dibantu oleh warga lain.
Buaya itu ditangkap Isa, Jambi warga Desa Pangkalniur dan Azwar warga Dusun Buhir Desa Berbura.
Pancung
Pawang buaya asal Desa Pangkalniur, Isa mengungkapkan, buaya yang ditangkap bersama Azwar, warga Dusun Buhir Desa Berbura dan Jambi, warga Desa Pangkalniur, rencananya akan dihukum pancung.
Buaya ini buangan dari daerah lain, bukan buaya Sungai Perimping. Saat ditangkap, semua giginya juga sudah habis (ompong).
Sebelum menyampaikan hal itu, Isa menerima saran dari Camat Riausilip, Saparudin agar buaya itu diserahkan ke pihak lain, untuk dimasukkan di penangkaran.
Namun Isa juga belum tahu akan diapakan buaya tersebut, karena bagaimanapun juga, buaya yang sudah makan pancing, itu mudah mati, sehingga percuma saja kalau diserahkan ke pihak lain, untuk dipelihara di penangakaran.
"Biasanya, buaya yang sudah makan pancing mudah mati dan tidak mungkin untuk dipelihara, jadi ada kemungkinan buaya ini akan dihukum, mungkin nanti akan pancung, karena sudah meresahkan banyak orang dan sering melukai orang," tandas Isa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/buaya-300-kg_20170503_212556.jpg)