Breaking News:

GNPF MUI Persoalkan Tuntutan Jaksa kepada Ahok

Salah satu yang dipermasalahkan GNPF MUI kepada Ketua KY adalah tuntutan jaksa kepada Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Tribunnews/Amriyono Prakoso
Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI), Bachtiar Nasir di Kantor Komisi Yudisial (KY), Jakarta, Kamis (4/5/2017). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Jelang demo 5 Mei atau Aksi 55, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) mendatangi Komisi Yudisial (KY), Kamis (4/5/2017).

Ketua GNPF MUI, Bachtiar Nasir dan tim advokasi GNPF MUI yang diwaliki Kapitra Ampera diterima oleh Ketua Komisi Yudisial, Aidul Fitriciada Azhari.

Salah satu yang dipermasalahkan GNPF MUI kepada Ketua KY adalah tuntutan jaksa kepada Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Sementara, Ketua KY berpendapat, majelis hakim di kasus dugaan penodaan agama tersebut masih bebas dari intervensi.

Selengkapnya, termasuk pernyataan Ketua GNPF MUI, Bachtiar Nasir, simak dalam tayangan video ini.

Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie meminta Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) untuk membatalkan Aksi 55, Jumat (5/5/2017).

Menurut Jimly Asshiddiqie, tekanan untuk kasus dugaan penodaan agama tidak boleh dilakukan.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini mengatakan, Pilkada DKI Jakarta sudah selesai dan semua pihak seharusnya meredakan ketegangan.

Hal tersebut disampaikan Jimly Asshiddiqie seusai menghadiri acara diskusi di Gedung Komisi Yudisial (KY), Jakarta, Kamis (4/5/2017) siang.

Selengkapnya pernyataan Jimly Asshiddiqie, simak dalam tayangan video ini.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved