Takut Cicak dan Suka Hujan-hujanan, Ini Tingkah Unik Wisawatan Timur Tengah di Puncak

Ramainya para wisatawan Timur Tengah yang berdatangan ke Puncak mempunyai cerita tersendiri bagi warga lokal.

Takut Cicak dan Suka Hujan-hujanan, Ini Tingkah Unik Wisawatan Timur Tengah di Puncak
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Wisatawan Timur Tengah yang sedang berlibur di Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor. 

BANGKAPOS.COM - Ramainya para wisatawan Timur Tengah yang berdatangan ke Puncak mempunyai cerita tersendiri bagi warga lokal.

Warga lokal Puncak tidak punya kendala soal bahasa Arab, namun dari segi karakter ternyata terkadang bisa bikin runyam, terkesan aneh, atau bagi warga lokal bisa merasa salut.

Ketua Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) Puncak, Bowie, mengatakan bahwa pengunjung Arab ke Puncak sudah mulai ada sejak tahun 1970-an.

Sebagai salah satu tokoh yang bergerak dalam pariwisata di Puncak, Bowie tahu betul akan karakter-karakter orang-orang Arab yang berwisata ke sana.

Bowie pun menceritakannya kepada TribunnewsBogor.com saat ia ditemui di Saung Kompepar, Puncak, Bogor, Minggu (7/5/2017).

Berikut beberapa kebiasaan wisatawan Timur Tengah yang tak biasa:

1. Tak Mau Pakai Helm atau Sabuk Pengaman ketika berkendara

Tingkahnya ini tentu pasti membuat pusing para tukang ojek atau pun sopir guide tour‎.

Menurut Bowie, tukang ojek dan sopir rata-rata tidak mau berurusan dengan penindakan dari pihak kepolisian.

Namun ketika mereka mempunyai pelanggan wisatawan Arab, mereka harus pasrah atau cari cara lain karena menurut Bowie ada saja wisman Arab yang lebih memilih‎ ditilang daripada harus pakai helm atau sabuk pengaman dalam berkendara.

Halaman
123
Editor: Alza Munzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved