Breaking News:

Dampak Kebakaran Maras 2015, Produksi Madu Asli Hutan Menurun Drastis

Penurunan produksi madu dari Hutan Maras tersebut, cukup drastis dan para pemusung (pemanen) madu asli hutan, sangat merasakan dampaknya.

Editor: edwardi
Dampak Kebakaran Maras 2015, Produksi Madu Asli Hutan Menurun Drastis
bangkapos.com/Riyadi
Kawasan Bukit Maras di wilayah Dusun Buhir Desa Berbura Kecamatan Riausilip yang terbakar di tahun 2015 lalu.

Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Terbakarnya hutan Bukit Maras di Kecamatan Riausilip di tahun 2015 lalu, dampaknya sangat serius yakni terjadinya penurunan produksi madu asli dari hutan.

Penurunan produksi madu dari Hutan Maras tersebut, cukup drastis dan para pemusung (pemanen) madu asli hutan, sangat merasakan dampaknya.

Pemusung Madu Hutan Maras, sebut saja namanya Hari, warga Kecamatan Riausilip, menyebutkan hal tersebut, kepada bangkapos.com, Jumat (12/5/2017).

"Sejak hutan Maras terbakar di tahun 2015 lalu, kami sangat sulit menemukan lebah madu yang bersarang di hutan itu, bahkan senggang (kayu untuk hinggapnya koloni lebah madu) yang kami pasang, juga tidak pernah dihinggapi lebah penghasil madu," ujar Hari.

"Kalau toh ketemu dan bisa di panen, itu jumlahnya sangat sedikit, sebelum terbakar di tahun 2015 dulu, madu dari hutan Maras cukup berlimpah, sekarang jangan bermimpi atau berharap dulu," ungkap Hari kepada bangkapos.com, Jumat (12/5/2017).

Sekdes Pangkalniur Zaryadi mengatakan, di Desa Pangkalniur banyak warga yang menekuni profesi pemusung madu hutan.

"Tapi sekarang mereka tidak punys tempat lagi, karena banyak hutan sudah berubah fungsi, hutan di Bukit Maras yang dulu menyediakan madu yang berlimpah, tapi sejak terbakar tahun 2015 lalu, pemusung madu dari desa kami sudah sulit menemukan sarang dan panen madu di hutan itu," ungkap Zaryadi.

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved