Kamis, 14 Mei 2026

Dari Sinilah Pria Ini Mendapatkan Uang Miliaran Rupiah Untuk Mahar Putranya Peristri Calon Dokter

Rinciannya adalah, uang panaik Rp 1 miliar, mobil MPV premium merek Toyota Alphard tipe G seharga Rp 1 miliar, emas berlapis berlian, rumah, dan

Tayang:
Editor: Iwan Satriawan
Facebook
Uang satu miliar sebagai mahar perkawinan anak pengusaha terkaya Jeneponto, Sulawesi Selatan. 

BANGKAPOS.COM--Menikah tak hanya butuh modal cinta, tapi juga duit.

Demi menikahi gadis pujaan hatinya, pemuda Jeneponto bernama Anjas Malik harus menggelontorkan duit hingga miliaran rupiah.

Iya, putra dari Abdul Malik ini merogoh kocek dalam-dalam lantaran uang panaik (uang belanja) dan mahar untuk sang pujaan hati bernama Kurnia Amaliah Hambali terbilang wah.

Rinciannya adalah, uang panaik Rp 1 miliar, mobil MPV premium merek Toyota Alphard tipe G seharga Rp 1 miliar, emas berlapis berlian, rumah, dan tanah satu hektare.

Tak hanya soal uang panaik dan mahar, resepsi pernikahan Anjas dan Kurnia yang berlangsung di Jalan Pahlawan, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Jumat (12/5/2017), dihibur pedangdut jebolan kontest dandut yang diselenggarakan stasiun televisi swasta.

Pernikahan Anjas Malik-Kurnia Amaliah Hambali, Kamis (11/5/2017). Uang mahar dan mobil Alphar untuk Kurnia (kanan)
Pernikahan Anjas Malik-Kurnia Amaliah Hambali, Kamis (11/5/2017). Uang mahar dan mobil Alphar untuk Kurnia (kanan) (muslimin emba/tribunjeneponto.com)

Lalu, dari mana Malik mendapatkan uang demi menikahkan putranya dengan gadis sekaligus calon dokter?

Malik atau Haji Malik dan istrinya Rahmatia Dg Ngalusu dikenal sebagai pengusaha jual beli hasil bumi berupa beras dan jagung di kabupaten itu.

Usaha dagangnya diberi nama CV Anjas.

CV Anjas diketahui merupakan rekanan atau penyuplai beras untuk Bulog di Jeneponto.
Lalu, bagaimana dengan orangtua Kurnia?

Kurnia merupakan putri dari pengusaha bahan bangunan sekaligus pengembang perumahan di Jeneponto bernama Hambali Joha.

Hambali atau dikenal melalui sapaan Haji Hambali kerap disebut sebagai pengusaha terkaya di Bumi Turatea.

Terdapat tiga perumahan yang dibangun Haji Hambali di seputaran Kota Jeneponto.

Mahar uang tunai Rp 1 miliar untuk Kurnia Amaliah Hambali
Mahar uang tunai Rp 1 miliar untuk Kurnia Amaliah Hambali (IST)

Haji Hambali juga diketahui merupakan ketua dari komuitas pecinta dirt bike, Jeneponto Trail Community.

Haji Malik dan Haji Hambali bukanlah "orang jauh".

Pasalnya, rumah mereka bertetangga atau hanya dipisahkan jarak sekitar 50 meter.

Pasangan pengantin pun tak butuh mengendai mobil dari rumah mempelai laki-laki ke rumah mempelai perempuan atau sebaliknya.

Cukup berjalan kaki.

Lalu, apa tanggapan Haji Malik soal "royal wedding" putranya?

"Jangan-mi Dek kalau itu mau ditanyakan. Saya tidak mau berkomentar kalau yang ditanyakan soal pesta ini," kata Haji Malik kepadaTribunJeneponto.com ditemani Wakil

Bupati Jeneponto, Mulyadi Mustamu saat menghadiri resepsi, Jumat kemarin.

Sejarah Uang Panaik

Pada masa Kerajaan Bone serta Gowa dan Tallo, jika ada seorang laki-laki hendak meminang perempuan entah dari kalangan bangsawan maupun bukan, wajib menyerahkan uang panaik.

Jika tidak diserahkan, konsekuensinya adalah pinangan itu jelas ditolak.
Uang panaik hanya diserahkan kepada perempuan dari suku Bugis, Makassar, dan Mandar.

Uang panaik dimaksudkan sebagai penanda jika si laki-laki yang kelak akan menjadi suami akan mampu menafkahi istrinya.

Nah, sebaliknya, jika tidak mampu atau memiliki uang panaik, bagaimana mungkin kelak akan memberi nafkah.

Jika mampu memberi uang panaik berarti siap secara lahir batin untuk membangun bahtera rumah tangga.

Menikah pun tak cukup jika hanya bermodalkan cinta.
Uang panaik pada esensinya bukanlah uang untuk membeli calon istri.

Uang panaikadalah uang belanja atau mahar atau uang untuk membiayai pesta yang akan digelar keluarga calon mempelai perempuan.

Namun, seiring dengan perubahan zaman, esensi uang panaikmulai bergeser.
Awalnya adalah uang belanja, tapi kini bagi sebagian kalangan, uang panaikmenjadi simbol prestise dan gengsi.
Bahkan, ada oknum ambil untung.

Nominal uang panaik mencitrakan, siapa yang memingang dan siapa yang dipinang.

Menikah di kalangan sebagian orang Bugis, Makassar, Mandar, akhirnya bukanlah perkara mudah dan murah.
Nah, sekarang, jika seseorang ingin meminang, berapa nominal uang panaik harus diserahkan.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved