Ini Penyebab Indonesia Tak Maju-maju dalam Bidang Sains dan Teknologi

Indonesia telah tertinggal dalam pengembangan sains, teknologi, serta kualitas pendidikan tinggi.

Ini Penyebab Indonesia Tak Maju-maju dalam Bidang Sains dan Teknologi
Getty Images/Kompas.com
Ilustrasi 

Namun, sejak 1950an, secara bertahap kewajiban itu hilang.

"Taufik Ismail sebut sekarang anak SMA nol buku. Mahasiswa juga nol buku hanya diktator, belajar dari diktat yang ditulis 20 tahun lalu," ujar Chairil.

Chairl bercerita pengalamannya saat menghadiri pertemuan antara pelaku usaha dan universitas ternama di kantor Wakil Presiden BJ Habibie tahun 1998.

Usai pertemuan itu, salah seorang dosen mengungkapkan bahwa buku ajar yang digunakannnya tidak lagi relevan.

"Faktor gizi juga berperan. Ada 37 persen prevalensi tubuh pendek dengan rata-rata IQ 89. Jadi tidak heran kalau skor PISA (Programme for Internasional Student Assessment) kita rendah," ucap Chairil.

Menurut Chairil, Indoneisa telah masuk masa krisis dalam pengembangan iptek.

Untuk itu, mewakili AIPI, ia meminta kepada pemerintah untuk membenahi kualitas iptek.

Salah satunya dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi.

Kenaikan pertumbuhan ekonomi diharapakan dapat menaikan daya beli masyarakat terhadap hasil industri dalam negeri.

Universitas dapat bekerja sama dengan pelaku industri untuk mendongrak industri dalam negeri.

Selain itu, hal paling utama paling utama adalah lingkungan kondusif bagi inovasi nasional.

Editor: Alza Munzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved