Mengharukan, Demi Bisa Sekolah, Bocah Penderita Hidrosefalus Ini Jadi Buruh Angkut Terminal

Orangtuanya tidak memiliki pendapatan yang cukup. Ibunya hanya bekerja sebagai pembantu rumah tangga, sedangkan ayahnya

Kompas.com
Wahyu Samudra 

Wahyu memang tidak seperti anak lainnya. Sepulang sekolah dan menjadi buruh, ia tidal bermain atau keluyuran seperti teman sebayanya.

Ia lebih banyak memanfaatkan waktu untuk belajar dan membantu orang tua

“Kalau habis cari uang, saya istrahat di rumah. Kadang bantu pijat bapak. Kalau pulang ojek katanya capai. Saya pijitin sampai tidur. Setelah itu saya belajar,” kata dia.

“Alhamdulillah, saya sudah empat kali dapat juara satu,” tambahnya.

Bocah aktif ini mengaku bercita-cita ingin menjadi seorang pendidik. Ia memiliki keinginan agar kelak bisa menjadi guru.

“Saya ingin jadi guru agar bisa ajarin anak-anak,”ujar Wahyu.

Wahyu menderita hidrosefalus sejak usia kecil. Karena orangtuanya tak punya biaya berobat, ia terpaksa dirawat dirumah.

Lantaran tidak pernah mendapat perawatan medis menyebabkan ukuran kepalanya terus membesar, karena mengalami penumpukan cairan dalam kepala.

Seiring perkembangan usianya, Wahyu terus melawan rasa sakit tanpa penanganan dokter.

Hampir setiap hari ia merasa kesakitan. Namun ia merasa masih ada secerca harapan untuk hidup sehingga memilih untuk tetap bersekolah.

Halaman
123
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved