Kardi Mau Beli Pohon Karet Tua Tak Produktif Lagi

Pohon karet yang tidak produktif alias tidak bisa di karet (disadap) lagi, selama ini tidak ada harganya.

Kardi Mau Beli Pohon Karet Tua Tak Produktif Lagi
Bangkapos/Riyadi
Kardi dan rekannya saat memuat kayu alam yang dijual warga, di salah satu kebun di Desa di Kecamatan Riausilip, Senin (16/5/2017). Berbagai jenis kayu seperti kayu petai, sengon dan kayu lainnya (yang tidak bisa digunakan untuk bahan bangunan) itu awalnya ditebang pemilik kebun, lalu dijual ke panampung kayu.

Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Petani yang memiliki kebun karet minimal 1-2 hektar, tapi pohonnya tidak produktif lagi, sebaiknya jangan ditebang dan langsung dibakar sendiri, tanpa menghasilkan uang.

Pohon karet yang tidak produktif alias tidak bisa di karet (disadap) lagi, selama ini tidak ada harganya.

Tapi jangan salah, ternyata pohon karet sekarang laku jual.

Salah satunya bisa untuk dibakar untuk dibikin arang.

"Kalau ada kebun karet yang sudah seperti itu, saya mau beli, tapi luasnya paling nggak ya 1-2 hektar lah, kami juga bisa tebang sendiri, pokoknya petani terima beres," ujar Kardi Areng warga Desa Maras Senang kepada bangkapos.com Seninn(16/5/2017).

Kardi mau membeli pohon karet, karena mau bikin arang untuk bahan bakar di smelter.

Penulis: riyadi
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved