Terkait Penyerangan Novel, KPK Izinkan Polisi Periksa Miryam, yang Dicurigai Lakukan Ini

KPK membuka kesempatan untuk Polri jika berniat memeriksa Miryam S Haryani terkait kasus penyerangan pada penyidik Novel Baswedan.

Terkait Penyerangan Novel, KPK Izinkan Polisi Periksa Miryam, yang Dicurigai Lakukan Ini
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Politikus Hanuran Miryam S Haryani tiba di gedung KPK Jakarta untuk menjalani pemeriksaan, Jumat (12/5/2017). Miryam diperiksa sebagai tersangka pertama kali pasca penahanan terkait kasus pemberian keterangan tidak benar dalam sidang perkara dugaan korupsi KTP elektronik. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata membuka kesempatan untuk Polri jika berniat memeriksa Miryam S Haryani terkait kasus penyerangan pada penyidik Novel Baswedan.

Polisi sebelumnya mengatakan, akan memeriksa Miryam karena berpotensi menyimpan dendam atas penetapannya sebagai tersangka memberikan keterangan palsu dalam sidang kasus korupsi proyek Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP).

"Ya silakan saja. Tentu koordinasi dulu kalau yang bersangkutan masih ditahan KPK," kata Alexander, Rabu (17/5/2017).

Menurutnya, KPK akan mengeluarkan surat izin bagi pihak yang akan diperiksa oleh kepolisian.

Pada prinsipnya, KPK tak bisa melarang sepanjang polisi memang membutuhkan keterangan Miryam.

Alexander menambahkan, KPK yakin kemampuan polisi untuk mengungkap pelaku maupun motif penyerangan pada Novel.

Untuk itu, hingga saat ini KPK belum berniat membentuk tim independen untuk mengungkap kasus Novel.

"Kami masih percayakan kasus ini ke polisi karena mereka punya kompetensi lebih. Tapi dalam rangka penyelidikan tentu kami terbuka untuk berbagi informasi," katanya.

Polisi sebelumnya berencana memeriksa Miryam S Haryani dalam kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

Selain Miryam, penyidik juga akan memeriksa sejumlah pihak terkait kasus lain yang pernah ditangani Novel, seperti kasus dugaan korupsi suap uji materi Undang-undang 41/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan yang menyeret mantan hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar.

Halaman
123
Editor: Alza Munzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved