Tongkang Batubara Tabrak Jembatan Ampera, Yani Langsung Loncat ke Sungai Musi
Kapal tongkang bermuatan batu bara hilang kendali hingga akhirnya menabrak tiang pancang pengaman dan satu tiang Jembatan Ampera.
BANGKAPOS.COM, PALEMBANG - Pemilik kapal dan penumpang di Perairan Sungai Musi, tepatnya di bawah Jembatan Ampera dibikin panik, saat kapal tongkang bermuatan batu bara hilang kendali hingga akhirnya menabrak tiang pancang pengaman (Fender) dan satu tiang Jembatan Ampera, Rabu (17/5/2017).
Suara dentuman keras terdengar hingga membuat kaget masyarakat sekitar dan pengguna Jembatan Ampera pun merasakan getarannya.
Baca: Pelajar Tewas Bersimbah Darah Sambil Bersujud Memeluk Ibunya yang Sekarat
Bahkan pengemudi speedboat bermesin 40 PK, Yani langsung menyelamatkan diri dengan meloncat ke Sungai Musi, saat kapalnya tertabrak tongkang, hingga hancur dan tenggelam di lokasi kejadian.
Salim (42), saksi mata yang juga rekannya Yani sesama pengemudi speedboat, mengatakan situasi di bawah Jembatan Ampera menjadi kacau.
Seluruh pemilik kendaraan air, baik speedboat maupun ketek panik saat melihat tongkang lepas kendali dari kejauhan.
Mereka cepat-cepat menyelamatkan diri. Namun naas bagi Yani, speedboatnya hancur karena tidak sempat lagi menghindar.
"Yani langsung loncat ke sungai dan berenang ke tepian. Kapalnya hancur dan tenggelam, jerigen minyak yang dibawanya pun hanyut terbawa arus," jelasnya.
Tali Tongkang Putus, Warga Sempat Panik
Sekitar pukul 11.00 warga yang ada di dermaga bawah Jembatan Ampera Palembang, sempat panik dan melihat arah ulu sungai.
Di sana tongkang mengangkut ribuan ton batubara hanyut dan menuju ke arah jembatan, Rabu (17/5/2017).
Baca: Lagi Viral di Media Sosial, Pria Kemayu Colek dan Mau Cium Polisi
Beberapa tugboat sempat mengejar tongkang yang hanyut tapi aliran air Sungai Musi siang itu deras sehingga kapal berjalan dengan cepat.
"Itu tali yang menarik tongkang putus, tongkang yang hanyut dan menuju ke arah jembatan," ujar salah seorang saksi mata.
Warga yang melihat kejadian tersebut sempat meneriaki warga yang ada di dalam speedboat untuk naik ke atas. Karena arah tongkang tak jelas mengikuti arah aliran sungai.
"Sempat banyak orang teriak teriak untuk menghindari adanya korban," katanya.
Tongkang terhenti oleh tiang pengaman jembatan. Tak lama berselang tongkang melintang.
Sempat beberapa menit evakuasi tongkang dilakukan. Puluhan tugboat berdatangan untuk menarik tongkang.
Proses evakuasi berlangsung alot.
Baca: Wakil Kepala Stasiun Pasar Minggu Tepergok Mau Rekam Cewek Mandi di Kos
Sebanyak tujuh kapal tugboat berjibaku untuk kapal raksasa itu.
Setelah melakukan proses evakuasi mulai pukul 11.00 kapa berhasil dipindahkan sekitar pukul 12.30.
Hingga saat ini arus lalu lintas air di Jembatan Ampera mulai normal kembali.
Akibat dari tongkang menabrak itu menyebabkan sebuah beton rambu lalu lintas air rusak cukup serius.
(Sriwijaya Post/Odi Aria Saputra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/jembatan-ampera_20170518_065054.jpg)