Siswa SMAN 1 Gantung Ini Sabet Pembicara Terbaik 1 Nasional
Lagu "Laskar Pelangi" menggema seisi sebuah ruangan Hotel Peninsula, Jakarta, Sabtu (20/5/2017) lalu.
Penulis: Dedy Qurniawan | Editor: edwardi
Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan
BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Lagu "Laskar Pelangi" menggema seisi sebuah ruangan Hotel Peninsula, Jakarta, Sabtu (20/5/2017) lalu.
Tak lama berselang, baru kemudian nama siswa SMA N 1 Gantung, Muhammad Nur diumumkan sebagai Pembicara Terbaik 1 alias The Best Speaker Nasional pada ajang Lomba Debat Bahasa Indonesia yang diikuti 102 peserta dari 34 provinsi di Indonesia.
Praktis, M.Nur dan siswa perkailan tim Bangka Belitung (Babel) yang sudah sempat berputus asa dan terkecoh sebelumnya, terperangah lalu menangis haru.
"The best speaker itu memang harapan semua orang. Saat diumumkan, dimulai dari terbaik 10. Ada beberapa nama Muhammad yang diumumkan, tapi bukan saya. Sampai ke pembicara terbaik kedua, kami sudah pasrah. Tapi pas diumumkan "pembicara terbaik 1 adalah', langsung terdengar lagu Laskar Pelangi menggema, dan itu membuat kami nangis," tutur M. Nur kepada Pos Belitung, Minggu (21/5/2017)
Predikat M. Nur adalah predikat individu dalam lomba debat yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia itu.
Adapun secara tim, Babel yang diperkuat M. Nur (Beltim), Safinah (Pangkalpinang), dan Diah (Bangka Barat) berhasil menyabet peringkat kelima.
Sistem lomba adalah mendebatkan tema-tema seperti isu lingkungan, kesehatan, hukum, gender dan politik antara tim yang pro dan kontra. Sementara penilainya adalah sejumlah pakar debat dan akademisi.
Dia pun berbagi pengalaman menarik selama mengikuti debat yang terbagi dari beberapa tahapan mulai penyisihan hingga grand final itu.
Satu yang paling seru menurut Nur adalah saat babak penyisihan yang mempertemukan Babel dan DKI Jakarta.
Kata Nur, tema debat itu adalah situasi di mana dunia sedang krisis energi, dan manusia menghadapi pilihan apakah akan menjajah sebuah planet lain untuk kelangsungan hidup atau hanya memilih bekerja sama dan mencari solusi lain.
"Kami sama-sama kuat, beradu argumen, dan selisih poinnya tipis, hanya dua poin, sayang Babel kalah dari DKI Jakarta. Temanya menarik, kami kontra, kami tidak setuju dengan penjajahan. Kami tawarkan kerjasama dan beberapa hal solutif seperti pemanfaatan air laut dan getah kedondong jadi energi listrik. Sementara DKI Jakarta yang pro," tutur Muhammad Nur. (*)
Selengkapnya penuturan The Best Speaker Nasional ini dapat diikuti di Pos Belitung, Senin (22/5/2017).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/muhammad-nur_20170521_201408.jpg)