Kisah Bung Hatta Tak Mampu Beli Sepatu Bally

Bung Hatta sangat ingin membeli sepatu Bally, tapi apa daya uang di kantungnya belum mencukupi.

Kisah Bung Hatta Tak Mampu Beli Sepatu Bally
Intisari-online.com
Bung Hatta 

BANGKAPOS.COM - Seorang pria paruh baya duduk di kursi empuk ruang tunggu Bandara Internasional Adi Sucipto Yogjakarta. Dia tersenyum.

Sebagai seorang petinggi pemerintahan, senyumnya tentulah harus berwibawa. Apalagi saat itu dia tengah menggandeng seorang wanita yang begitu menarik. Begitu mengundang hasrat.

Tapi mata ini justru tertarik memelototi sepatu yang dikenakannya. Benar-benar mengkilat saat kakinya disilangkan ke depan.

Baca: Hitler Perintahkan Suntik Mati Orang Cacat, Ternyata Dia Punya Adik Berkebutuhan Khusus

Sepatu Bally, bro! Harganya sudah pasti luar biasa mahal karena sepatu Bally asli. Bukan replika.

Di rumah, ujar dia, ada lebih dari empat pasang.

Ugh…ngomong-omong tentang sepatu Bally, ingatan ini mendadak teringat kepada kisah Bung Hatta dan sepatu Bally-nya. Pada tahun 1950-an, Bally sudah menjadi sebuah merek sepatu bermutu tinggi dan mahal harganya.

Bung Hatta, wakil presiden pertama RI, sangat berminat memilikinya.

Tak sengaja dia membaca sebuah iklan sepatu Bally di sebuah koran yang mempromosikan tempat dijualnya sepatu idaman tersebut.

Baca: 141 Pria Digerebek Sedang Pesta Gay Tempat Fitnes

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved