Kisah Mundurnya 14 Menteri yang Bikin Cepat Soeharto Lengser dan Penolakan Tim 9

Saya memutuskan untuk menyatakan berhenti dari jabatan saya sebagai Presiden Republik Indonesia

Kisah Mundurnya 14 Menteri yang Bikin Cepat Soeharto Lengser dan Penolakan Tim 9
(ARSIP FOTO) KOMPAS / JB SURATNO
Jenderal Besar Soeharto berbincang dengan Jenderal Besar AH Nasution, sesaat sebelum menerima ucapan selamat pada acara silaturahmi di Istana Negara, Jakarta, Minggu (5/10/2007) siang. 

BANGKAPOS.COM - "Saya memutuskan untuk menyatakan berhenti dari jabatan saya sebagai Presiden Republik Indonesia, terhitung sejak saya bacakan pernyataan ini pada hari ini, kamis 21 Mei 1998."

Sepenggal kalimat dalam pidato pengunduran diri Presiden RI kedua, Soeharto, yang disambut gemuruh suka cita ribuan mahasiswa di Gedung MPR/DPR.

Melansir dari laman Instagram @infia_fact, menuliskan suasan saat pidato pengunduran diri Soeharto, Gedung MPR/DPR hendak roboh diguncang ledakan pekik-gaung yang muncul serentak.

Inilah bunyi keseluruhan pidato pengunduran diri Presiden Soeharto, dilansir dari Tribun-video.com. 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sejak beberapa waktu terakhir, saya mengikuti dengan cermat perkembangan situasi nasional kita, terutama aspirasi rakyat untuk mengadakan reformasi di segala bidang kehidupan berbangsa dan bernegara.

Atas dasar pemahaman saya yang mendalam terhadap aspirasi tersebut, dan terdorong oleh keyakinan bahwa reformasi tersebut perlu dilaksanakan secara tertib, damai dan konstitusional demi terpeliharanya persatuan dan kesatuan bangsa serta kelangsungan pembangunan nasional, saya telah menyatakan rencana pembentukan Komite Reformasi dan mengubah susunan Kabinet Pembangunan VII.

Namun demikian, kenyataan hingga hari ini menunjukkan Komite Reformasi tersebut tidak dapat terwujud karena tidak adanya tanggapan yang memadai terhadap rencana pembentukan komite tersebut.

Dalam keinginan untuk melaksanakan reformasi dengan cara yang sebaik-baiknya tadi, saya menilai bahwa dengan tidak dapat diwujudkannya Komite Reformasi maka perubahan susunan Kabinet Pembangunan VII menjadi tidak diperlukan lagi.

Dengan memperhatikan keadaan di atas, saya berpendapat sangat sulit bagi saya untuk dapat menjalankan tugas pemerintahan negara dan pembangunan dengan baik.

Halaman
1234
Editor: Alza Munzi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved