Breaking News:

Teror Bom di Kampung Melayu

KBPP Polri Nyatakan Siap Perangi Terorisme Bersama Rakyat

Kami menyatakan tidak takut, kami bersama-sama keluarga Polri dan masyarakat lain berperang melawan terorisme. Jadi kami tidak pernah takut

Editor: Iwan Satriawan
WartaKota/Bintang Pradewo
Pengurus Pusat Keluarga Besar Putra-Putri (KBPP) Polri saat mengajak anggota Polri yang menjadi korban bom saat bertugas nonton bareng di Pejaten Village, Jakarta, Kamis (25/5). 

BANGKAPOS.COM--Dalam puncak acara HUT KBPP Polri Ke-14, Pengurus Pusat Keluarga Besar Putra-Putri (KBPP) Polri mengajak anggota Polri yang menjadi korban bom saat bertugas nonton bareng ‎di Pejaten Village, Jakarta pada Kamis (25/5).

Kegiatan itu dilakukan untuk memerangi terorisme yang sedang melanda Ibukota Jakarta.

Ketua Panitia HUT KBPP Polri, M Herviano Widyatama Gunawan mengatakan pihaknya sudah merencanakan lama nonton bareng film mengenai kejadian teror bom di Boston, Amerika Serikat dan rangkaian acara puncak HUT KBPP Polri Ke-14.

KBPP Polri
KBPP Polri (Net)

"Saya mengundang para orang tua kita anggota Polri yang juga menjadi korban teror bom, korban bom Thamrin dan anggota Brimob kena bom di Aceh. Kita undang untuk sama-sama mengingat kejadian itu agar meningkatkan kewaspadaan kita semua," kata Vino di Jakarta, Kamis (25/5).

Empat orang anggota Polri yang jadi korban teror bom ikut nonton bareng‎ yaitu Ipda Denny Mahiau (korban ‎bom Thamrin), Bripka Tolib (korban bom Aceh), Brigadir Suyono (korban bom Aceh dinas di Gegana) dan Ipda budiono (korban bom Thamrin).

Sementara ‎Ketua Umum KBPP Polri, AH Bimo Suryono mengatakan pihaknya mengutuk keras aksi teror bom yang terjadi di Kampung Melayu, Jakarta Timur dan berbelasungkawa serta hormat setinggi-tingginya kepada para Bhayangkara yang gugur dalam kejadian tersebut.

"Kami menyatakan tidak takut, kami bersama-sama keluarga Polri dan masyarakat lain berperang melawan terorisme. Jadi kami tidak pernah takut dan kami menyatakan perang terhadap terorisme dalam kebhinekaan dan NKRI," kata Bimo.

Ia berharap aparat Polri bersama aparat lainnya seperti TNI, intelijen, BNPT, Densus 88 dan lainnya dapat menuntaskan dengan cepat serta tuntas.

Menurut dia, aksi teror bom di Kampung Melayu ‎bukan bentuk kecolongan intelijen karena memang Indonesia khususnya Jakarta begitu terbuka tidak ada jam malam alias dibebaskan.

"Polri tentunya tidak bisa sendiri harus semua bersama-sama untuk melihat, saling mengawasi satu sama lain. Polri juga tidak ingin berlakukan jam malam, ini tentunya kembali ke kita sendiri menjaga negara kebhinekaan dalam bungkus NKRI," jelasnya.

Ia menambahkan ‎pihaknya akan memberikan perhatian berupa kasih sayang yang dalam kepada keluarga anggota Polri yang menjadi korban bom Kampung Melayu, namun tentunya dari Polri juga memberikan perhatian yang begitu luar biasa.

"Insya Allah, tapi dari dinas perhatiannya luar biasa. Kami kemarin dalam rangka HUT sedikit banyak memberikan perhatian kepada para orang tua kami dan sebetulnya ‎kita nonton bareng itu untuk saling mengingatkan akan bahaya terorisme, tidak hanya di Indonesia saja," ungkapnya.(*)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved