Jelang Ramadan LPA Gelar Pelatihan Intervensi Nutrisi

Karena anak autis tidak bisa makan dalam kondisi sembarangan, ada aturan aturan yang harus dilakukan oleh orangtua

Jelang Ramadan LPA Gelar Pelatihan Intervensi Nutrisi
IST
PLA Babel peringati hari autis dengan jalan sehat di Alun-alun Taman Merdeka Pangkalpinang. 

Laporan wartawan Bangka Pos Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Peran orang tua asuh sangat penting di dalam rumah tangga, terlebih dalam bulan ramadan (puasa) terhadap para anak mengalami cacat mental atau autis.

Oleh karenanya pihak Lembaga Pendidikan Autis Provinsi Bangka Belitung (LPA Prov Babel), Jumat (26/5/2017) menggelar kegiatan pelatihan pelatihan intervensi nutrisi sebelum ramadhan pada tahun 2017 ini.

Dalam kegiatan kali ini pun pihak LPA Prov Babel melibatkan kurang lebih 50 orang tua yang tergabung dan terdaftar di pusat layanan autis.

Acara yang di hadiri langsung oleh kabid pendidikan pembinaan khusus, Nasir SPd SD.

Dalam sambutannya Nasir mengatakan bahwa acara ini adalah acara tahunan yang dilakukan setiap sebelum bulan ramadhan atau menjelang puasa.

Adapun acara ini diharapkanya dapat meningkatkan kompetensi orangtua dalam pembuatan makanan khusus pada anak autis.

"Karena anak autis tidak bisa makan dalam kondisi sembarangan, ada aturan aturan yang harus dilakukan oleh orangtua agar anaknya bisa lebih membaik," katanya.

Hal lain ia menyampaikan kedepan PLA Babel akan melakukan MOU dengan rumah sakit jiwa terkait penanganan khusus anak agar mampu memaksimalkan pendampingan dan kesembuhan anak anak.

Sementara Wahyu Kurniawan MPsi (Psikolog) selaku asessor PLA Prov Babel mengatakan bahwa acara ini adalah sebagai langkah antisipasi kepada orangtua agar mampu menjaga pola makan anak.

"Karena puasa dan lebaran agak sedikit sulit untuk mengontrol anak karena makanan yang kadang disajikan beragam. Ada makanan yang wajib dihindari antara lain makanan yang dari bahan gandum dan terbuat dari susu sapi," terang Wahyu saat itu.

Begitu pula yang disampaikan Marona SPsi dan Ratna S.Psi selaku narasumber dalam acara tersebut.

"Orang tua wajib menjaga diet makanan sehingga anak anak kedepan agar anak bisa terpolakan lebih teratur, terkondisikan. Susu sapi dan gandum dihindari dikarenakan mengandung zat peptid dan morfin diotak sehingga alasan inilah yang wajib dihindari," katanya.

Dalam kesempatan ini juga Adetalia selaku koordinator bidang keterapian menyampaikan bahwa selama bulan puasa jadwal terapi agak sedikit dirubah dan dikurangi yang biasanya jam terapi 1 sesi 60 menit menjadi 40 menit.

"Insyalah kedepan pla babel akan melakukan buka puasa bersama mengundang orangtua pada tanggal 16 Juni 2017 dan semoga pula kegiatan ini memberikan informasi dan edukasi yang bermanfaat," harapnya.

Penulis: ryan augusta
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved