Nelayan Toboali Ngadu ke Bupati, Hutan Bakau Dirusak Penambang
aktivitas TI tersebut sering beroperasi pada malam hari dengan jarak sekitar 50 meter dari bibir pantai.
Penulis: Riki Pratama | Editor: Hendra
Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama
BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Belasan para nelayan asal Toboali mendatangi kantor Bupati Basel mengadukan aktivitas TI Apung yang telah menghancurkan Hutan Bakau Kolong Laut Desa Kepoh Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan Jumat (26/5/2017) siang.
Ketua LSM Pemali Amran terlihat ikut bersama belasan nelayan lainya, dirinya menyebutkan bahwa aktivitas ilegal ini pernah diadukannya ke pihak terkait tetapi belum ada tindak lanjutnya dan aktivitas terus berjalan, terakhir mereka melihat pada Kamis sebanyak 18 TI yang bekerja.
"Kita ini dari perwakilan nelayan dari Dusun Burak Desa Terep, tadi sebenarnya yang datang 11 orang, tetap 6 orang nelayan dari Kepoh keburu pulang, memang nelayan khawatir melaporkan hal ini, karena takut dan terancam," jelas Amran kepada wartawan, Jumat (26/5/2017)
Amran mengatakan aktivitas TI tersebut sering beroperasi pada malam hari dengan jarak sekitar 50 meter dari bibir pantai.
Dia juga menambahkan dengan kedatangan mereka mengadu merupakan kedatangan yang kedua kalinya, dimana sebelumnya mereka pertama datang pada 26 April lalu.
"Kita sampaikan keluhan serta keresahan nelayan atas aktivitas ini, hutan bakau merupakan salah satu tempat bermain dan bersarangnya ikan, udang, kepiting yang merupakan mata pencarian nelayan, sehingga kita minta segera ditertibkan,"harapnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/nelayan-basel-ngadu_20170526_195832.jpg)