Sidang Itsbat 1 Ramadan dan 1 Syawal Sebaiknya Tak Dilakukan Lagi, Ini Alasannya

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mudjahid menyarankan penghapusan tradisi sidang itsbat 1 Ramadan dan 1 Syawal.

Sidang Itsbat 1 Ramadan dan 1 Syawal Sebaiknya Tak Dilakukan Lagi, Ini Alasannya
kompas.com
Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin usai menggelar sidang Isbat di kantor Kementerian Agama RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (1/9/2016). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mudjahid menyarankan penghapusan tradisi sidang itsbat 1 Ramadan dan 1 Syawal.

Sodik mengatakan sidang itsbat adalah sebuah ikhtiar duniawi pemerintah Indonesia bersama ulama dan ormas Islam dalam menetapkan 1 Ramadan dan Syawal.

"Karena itu maka bisa diubah dan diperbaharui," kata Sodik melalui pesan singkat, Jumat (26/5/2017).

Sodik mengatakan sidang itsbat sudah berlangsung puluhan tahun dan layak dikaji keberadaanya sesuai dengan perkembangan zaman.

Termasuk perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya dalam bidang astronomi dan ilmu falaq.

Dengan kemajuan iptek, menurut Sodik, sesungguhnya penetapan kalender hijriyah termasuk di dalamnya penetapan 1 Ramadan dan 1 Syawal sudah bisa dilaksanakan dengan akurat puluhan tahun sebelumnya.

Politikus Gerindra itu mengungkapkan alasan penghapusan tradisi sidang itsbat.

"Kemajuan iptek yang sudah mampu memprediksi dengan akurat penanggalan hari per hari untuk waktu puluhan tahun kedepan," kata Sodik.

Sodik mengatakan sidang tersebut sering mempertontonkan perbedaan pendapat di kalangan ulama dan pemimpin ummat saat menghadapi bulan suci Ramadan.

Perbedaan pendapat ini oleh masyarakat, sering diartikan sebagai tidak adanya kekompakan bahkan kesan perpecahan ulama dan ormas jelang bulan suci Ramadan l

Halaman
123
Editor: Alza Munzi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved