Breaking News:

Jangan Sampai Militan Maute Perluas Perang ke Indonesia

Pemerintah Indonesia mengantisipasi gerakan seperti militan Maute, yang pro-ISIS di Filipina, tidak memperluas aksinya hingga ke Indonesia.

Editor: fitriadi
KOMPAS.COM/TED ALJIBE /AFP
Beberapa personel tentara Filipina, Rabu (24/5/2017), memeriksa kendaraan yang hendak meninggalkan Marawi untuk mencari kemungkinan anggota kelompok militan Maute menyelundup keluar. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Pemerintah Indonesia mengantisipasi gerakan seperti militan Maute, yang pro-ISIS di Filipina, tidak memperluas aksinya hingga ke Indonesia.

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat agar melakukan sejumlah aksi demi membendung meluasnya gerakan teror tersebut.

"Kami akan memperkuat patroli maritim, kami perkuat juga posisi di darat. Saya sudah berbincang dengan Panglima TNI dan Kapolri supaya dapat membendung kemungkinan mereka ini menerobos ke Indonesia," ujar Wiranto di gedung Pusdiklat BPK, Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (29/5/2017).

Baca: Perang Militer Melawan ISIS, 19 Warga Sipil Marawi Filipina Tewas

Pemerintah Indonesia, lanjut Wiranto, juga mendukung upaya pemerintah Filipina untuk melakukan serangan terhadap milisi Maute.

Menurut Wiranto, serangan itu diharapkan dapat memperlemah kelompok Maute dan dapat mencegah kelompok itu memperluas daerah sasaran serangannya.

Baca: Seorang WNI Dilaporkan Tewas dalam Pertempuran di Filipina

Lebih jauh, Wiranto mengatakan, ISIS mulai mengubah pola serangannya. Tidak hanya berperang di Suriah, namun mereka memanfaatkan anggota serta simpatisannya di seluruh dunia untuk menyebar teror.

"Tidak dapat dipungkiri, ISIS telah melakukan divergensi. Menyebarkan ideologi, rencana untuk masuk ke wilayah lain, termasuk Asia Tenggara dan sudah masuk ke Filipina Selatan ya," ujar Wiranto.

Tidak hanya itu, anggota milisi di Filipina Selatan tidak hanya berasal dari Filipina saja. Banyak juga dari negara lain, salah satunya Indonesia.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved